Skip to main content

Dengan Merantau...


Ketika kau dirantau, terlalu banyak pengorbanan yang perlu engkau tanggung.
Jarak adalah pengorbanan yang tak mudah. Ia memisahkan mu dari orang-orang terdekat mu. Maka kamu akan menemukan arti waktu bersama mereka tiada banding dan selalu berharga.

Ketika kau merantau, kau harus selalu siap dengan segala keputusan yang akan diambil. Karena hasilnya akan kembali padamu jua. Kadang untuk sebuah masalah kau harus menangisinya sendiri, dan sedapat mungkin menghadapinya setegar kokoh jiwamu.Maka itu mengajarimu untuk dewasa pada setiap masalah.

Ketika kau merantau, kau harus selalu siap dengan segala keputusan yang akan diambil. Karena hasilnya akan kembali padamu jua. Kadang untuk sebuah masalah kau harus menangisinya sendiri, dan sedapat mungkin menghadapinya setegar kokoh jiwamu.Maka itu mengajarimu untuk dewasa pada setiap masalah.

Ketika pertama merantau, kau akan merasakan udara kebebasan yang tak terhingga. Kadang itu membuat mu harus memiliki tekad untuk beradaptasi dan membuat kehidupan mandiri. Tapi, berjalannya waktu kau akan temukan sebuah sepi dan sendiri. Saat itulah kau harus menjadi tangguh untuk melawan diri sendiri. Sepi adalah musuh yang berbahaya. Ia menimbulkan rasa malas. Tapi jika kau memiliki tekad, kau akan memenangkan perlawanan mu dengannya.
Lalu, ketika merantau kau akan memahami arti “hidup itu bisa diperbarui lagi”. Ya, hidup merantau membuat mu menjadi merasa baru lagi. Suasana baru. Lingkungan baru. Bahasa baru dan tentunya kehidupan yang baru. Kamu akan bisa merasakan bahwa hidup mu yang lama bisa kau ganti dengan yang baru lewat merantau.
Namun, merantau adalah tantangan. Tak setiap orang yang merantau bisa menjadi juara. Ada yang kadang tak bisa berkembang tapi ada pula yang sukses liat biasa. Itu tergantung bagaimana diri kita menghadapinya. Maka buat apalagi takut dengan merantau. Saatnya kita untuk hidup mandiri dan berkembang, keluar dari zona nyaman kita..

Comments

Popular posts from this blog

UNIVERSITAS DENGAN JURUSAN ISLAMIC STUDIES TERBAIK DI TURKI

Turki memang masih merupakan negara sekuler, namun perkembangan islam juga begitu pesat disini. Bahkan sudah banyak sekali universitas-universitas di Turki yang membuka jurusan islamic theology atau dalam bahasa Turki nya jurusan ilahiyat. Sampai saat ini tercatat ada 84 Fakultas ilahiyat yang sudah dibuka di Turki, walaupun baru 46 yang dibuka untuk menerima murid baru. Ini membuktikan bahwa geliat belajar islam di Turki sudah sangat signifikan dibanding tahun 90an. Nah, diantara banyak universitas-universitas yang telah membuka jurusan islamic Theology ini universitas mana saja yang tergolong baik dalam jurusan islamic Studies nya ? Saya akan ringkas beberapa kampus yang memiliki jurusan ilahiyat terbaik di Turki. Berikut ulasannya :                   1.        Marmara University Marmara University merupakan salah satu kampus yang memiliki jurusan Islamic Theology yang bagus. Untuk di Turki sendi...

Tentang Rasisnya Orang Turki

Orang Turki merupakan orang yang sangat nasionalis. Mereka sangat mencintai tanah air mereka, daerah mereka dan tentunya kebudayaan mereka. Maka kalau di Turki kita pasti akan bisa melihat bendera mereka berkibar-kibar di sepanjang jalan. Dimanapun pasti banyak bendera merah bergambar bulan bintang putih itu didikibarkan. Namun sayang sekali, dengan nasionalisme yang tinggi ini pula mereka sangat rasis dengan kelompok atau negara lain. Inilah yang terkadang membuat kita (orang Indonesia) disini sedikit kurang suka dengan kelakuan mereka, apalagi jika sudah mulai membahas tentang isu-isu kedaerahan, ras dan golongan. Saya akan menceritakan 4 pengalaman yang pernah terjadi pada saya tentang rasisnya orang Turki ini. 1. Pakai Bahasa Turki Dong ! Waktu itu saya bersama dua orang teman sedang belajar di sebuah kafe di tengah kota Ankara. Kami belajar dengan menggunakan bahasa Indonesia. Karena kami semua adalah orang Indonesia, jadi kita memakai bahasa Indonesia ketika beric...

Berita-berita Tribunnews Adalah Clickbait, Apa Benar ?

Peserta Pelatihan Sedang Mendengarkan Presentasi Tentang Pelanggaran Pers (19/6/2019) Tribunnews mengadakan acara pelatihan untuk reporter baru bertema “kode etik jurnalistik” rabu (19/6/2019). Acara yang diisi oleh Febby Mahendra Putra, seorang wartawan senior sekaligus pengacara untuk Tribunnews tersebut dihadiri oleh 70 orang reporter baru. Acara tersebut diadakan di kantor Tribunnews Solo, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam penyampaiannya, Febby menjelaskan tentang aturan dan hukum dalam penulisan pers. Febby menjelaskan tentang pasal-pasal yang mengikat pers, aturan penulisan pers dan dewan pers serta membagikan contoh kasus dari media Tribunnews yang merupakan pelanggaran pers. Contoh pelanggaran pers yang disampaikan bermacam-macam, mulai dari mengandur unsur SARA, kekerasan, vulgar atau sensualitas hingga clickbait yang selama ini sangat populer. Dari macam-macam jenis pelanggaran yang ada, banyak sekali ditemuklan pelanggaran jenis clickbait...