Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Ujian Akhir Semester - FINAL

Musim dingin telah datang di Ankara, artinya liburan pun segera tiba. Namun, sebelum adanya liburan musim dingin tentunya ada yang harus dihadapi dengan penuh pengorbanan sekaligus doa, ujian final semester 1. Ya, InshaAllah ujian final semester satu akan dimulai tanggal 5 Januari, atau awal bulan depan. Apa yang perlu dipersiapkan ? Tentunya yang pertama adalah minta doa restu dari abah dan ibuk. Ngomong-ngomong tentang abah dan ibuk saya mau sedikit cerita tentang mimpi yang saya alami minggu-minggu ini. Entahlah, semuanya bercerita kalau saya pulang ke Indonesia. Saya bingung saja, pertanda apakah itu. Apakah memang summer (musim panas) tahun depan saya harus benar-benar pulang. Apakah saya sudah dirindukan sekali oleh keluarga. Yang jelas, tak pernah luput nama mereka selalu dalam doa. Terus ingat kedua orang tua kita, dimanapun kita berada.  Kalau bicara soal ujian, permasalahan utama yang kerap kali dihadapi oleh mahasiswa asing seperti saya adalah soal bahasa. Bahas...

Kuliah dan Ujian Tengah Semester "Pertama" di Turki

Kaef hal sahabat blogger saya sekalian. Sudah lama sekali kan pastinya menunggu tulisan saya yang sampai sekarang tak kunjung diupdate. Nah, jadi ceritanya sibuk banget nih mulai kuliah. Tau lah anak baru di Kampus. Jadinya masih proses adaptasi luar biasa. Saya menyebutnya luar biasa, kenapa ? Karena memang menjadi mahasiswa asing seorang diri di kelas itu membuat salting yang kadang tak karuan. Dan tentunya juga luar biasa karena sulitnya menemukan teman. Sepertinya pas awal-awal masih pada gengsi untuk berkenalan dengan seorang asing luar. Mungkin pikiran mereka berkecamuk kalau mau mengajak kenalan. " ini orang bisa pake bahasa turki gak ya, kayaknya bisanya bahasa alien deh ". Gubrak, emangnya saya dateng dari planet luar apa. Kalian itu yang saya anggap jadi alien selama ini. Atau mungkin ada yang.. " Ini orang pasti bisa bahasa arab, tapi bahasa arabnya nama kamu itu apa sih, lupa ..". Dan yang seperti ini seharusnya saya tendang aja tuh. Setahun ngapain aja...

#Perjuangan 1 #Merubah Jurusan Berbahasa Turki

Ternyata lama gak nulis di blog itu rasanya risih juga ya. Antara dilema banget apakah mau terus kosong tanpa tulisan baru atau nulis baru tapi tema-tema yang mau di tulis sepertinya udah basi. Bukan basi sih, tapi udah kelewat jaman saja. Nah, karena saya juga tergolong manusia yang akhir-akhir ini males banget ngisi tulisan di blog makanya untuk memulai ngeblog lagi rasanya aras-arasen kalo dalam bahasa jawa, alias ogah-ogahan. Tulisan saya kali ini adalah tentang Perjuangan Ganti Jurusan di Ilahiyat. Bener-bener sebuah pengorbanan sehingga saya harus mengorbankan waktu summer saya untuk bolak balik ke kampus dan YTB untuk ngurus ini saja. Liat gambar di bawah ini Nah, dari gambar itu udah jelas banget kalau sekarang saya sudah ganti jurusan dari yang sebelumnya Ilahiyat pake bahasa inggris menjadi yang pake bahasa Turki. Alasannya sih simpel, karena saya di Turki ingin mendalami literature berbahasa turki yang kaya akan sejarah, bukan yang berbahasa inggris. Makanya say...

Salam Lebaran dari Turki

Ramazan Bayram Mübarek Olsun - Istanbul Engkau tau seberapa jauh jarak Antara Turki dan Indonesia ? Anggap saja jutaan kilo dan terbentang luas samudera. Dan itulah sekarang, di saat biasanya hari raya idul fitri biasanya berkumpul dengan keluarga di rumah, tapi saya masih saya berkutat dengan Ankara. Walaupun juga tak bisa dibilang sendirian, karena ada kawan-kawan yang bisa menggantikan peran keluarga di luar negeri ini. Tapi, semuanya pasti berbeda. Termasuk ini adalah lebaran pertama saya jauh dari keluarga dan kawan-kawan lama. Tak ada baju baru, tak ada uang fitrah, yang ada hanya rasa rindu akan aroma lebaran di kampung halaman.   Ramadhan kali ini rasanya lebih spesial -mungkin- karena saya alhamdulillah bisa melewatinya dengan lancar. Walaupun agak berat karena harus menahan haus, lapar dan nafsu sekitaran 17 jam dengan kondisi suhu panas di Turki 30-40 derajat celcius. Tapi alhamdulillah, kini semuanya tuntas dan selesai. Walaupun pas awal ramadhan sempet pergi k...

Tomerku Telah Usai

Sudah berapa minggu ya tak bisa menulis blog lagi ? Atau mungkin sudah beberapa tahun rasanya. Yang jelas sebanarnya bukan gak bisa menulis, tapi tak bisa meluangkan waktu serta ide dan gagasan buat menulis lagi. Apalagi karena kesibukan wira-wiri Ankara Istanbul juga wira wiri gak jelas dari Asrama ke rumah-rumah. Yang jelas terkadang meluangkan waktu dan pikiran lebih sulit daripada meluangkan uang *eh.  Jadi ceritanya, saya ingin sedikit berbagi kesan tentang rasanya lulus TOMER. Yaitu lulus dari lembaga les bahasa Turki yang paling sulit di Turki, Ankara univ Tomer. Rasanya bangga sekaligus syukur sekali, karena di setiap level bisa naik terus tanpa harus tinggal kelas. Pun di level terakhirnya, akhirnya lulus dengan nilai yang lumayan Alhamdulillah.  Kalau saya memflashback awal-awal di Tomer, rasanya memang malu. Karena dulu pengetahuan bahasa turki saya yang masih nol dan sulit berkembang. Tapi semenjak saya mulai berani duduk di depan kelas, banyak bertanya, da...

Ada Kemenangan Nyata di Depan Sana

Hari ini aku benar-benar lemas dan tak penuh semangat. Pasalnya sampai hari ini belum datang email untuk panggilan interview beasiswa yang sudah aku impikan. Padahal temen-temen yang lain sudah mendapat undangan interview yang akan di adakan minggu depan. Aku benar-benar ingin menggumpat pada diriku sendiri. Apakah aku sebodoh ini sehingga aku tak bisa lolos ? Apakah nilaiku sebegitu rendahnya sehingga tim pemberi beasiswa tak memberiku kesempatan untuk lebih menunjukkan kemampuanku di wawancara. Aku benar-benar putus asa sekarang. Hidupku sudah hilang. Harapanku sudah hangus. Semuanya sudah kabur, impian yang di depan mata sudah tak bisa ku raih. ***** Kawan, bukankah memang tembok konstantinopel itu harus digempur oleh pasukan dengan beberapa dekade. Tak hanya sekali saja bukan ? Sultan Murad (ayah dari Muhammad Al Fatih) Juga sudah berusaha menyerang tembok konstantinopel, dan memang akhirnya mimpinya bisa di raih oleh anaknya. Tak ada yang gagal sekarang, yang ada adalah k...

Kawanku dan Hidupmu

Bagaimana kabar kamu kawan, masihkah kamu sering di depan laptopmu entah mengerjakan sesuatu yang aku tak tau ? Bagaimana kabarmu kawan. masihkah ada cekcok antara kita kadang-kadang ? Bagiamana kuliah mu sekarang ? Apakah kuliahmu lebih padat dari pada MAPK kita yang terus terus tutorial sepanjang sore dan malam ngaji kitap kuning ? Bagaimana organisasimu kawan ? Masihkah engkau terkadang semangat karena jadi sie yang paling penting. Atau menjadi sie biasa tapi sok aktif ? Aku disini baik-baik saja. Aku sekarang juga entah kadang sibuk sendiri dengan laptop. Aku tak tau, kan dulunya aku gak punya laptop seperti punya mu itu. Aku dulu hanya pinjem dan kadang merasa iri karena kedua orang tua tak mampu membelikan laptop baru. Aku disini kadang juga rindu cekcok itu. Yang kadang debat sampai kita marahan berhari-hari. Oh iya, satu lagi. Disini aku juga menemukan kawan baru yang luar biasa. Kamu pasti disana juga menemukan kawan baru yang tambah luar biasa kan ? Tentunya ...

Rindu, Rindu dan Mereka di rumahku

Tahukah rasanya ketika engkau merindukan kedua orangtuamu kemudian kamu gak bisa menghubungi mereka ? Tahukah rasanya engkau jauh dari orang tuamu sehingga kadang sinyal itu tak menjangkau kamu dan mereka ? sekali lagi, bukan sinyal teknologi terkini yang bagus atau apa. Tapi sinyal rindu yang tak terjangkau. Tahukah engkau ketika dulu di madrasah tsanawiyah kau menunggu jemputan abahmu ketika hujan kemudian kau berlarian menuju wartel taapi akhirnya tutup. Bahkan engkau sampai rela berjalan sambil menangis hampir 7km  sampai teman perempuanmu ada yang mau membawa kamu di sepedanya. Sekali lagi, tahukah kamu ketika kamu tak bisa menghubunginya lewat hape karena larangan di aliyah kemudian kamu menuju wartel dan ternyata wartelnya rusak. Kemudian, akhirnya kamu berjalan lagi ke rumah. Rasanya, marah, sebal, kesal, dan ingin ngangis gero-geroooo... Kenapa sih sampai sendeso itu rumahku ? sampai tak ada angkutan yang lewat depan rumah ? bahkan aku haruss berjalan sekita 1km untuk...

Sekarang Aku adalah 18 Dalam 16

Hari ini adalah hari rabu. Iya bukan ? Hari yang dinanti para adek-adek kelas ku di MAPK untuk segera menuntaskan akhir dari perjuangan siang malam nya untuk menghitamkan jawaban di kertas jawab ujian nasional tahun ini. Hari ini adalah penhujung mereka untuk membuktikan seberapa kemampuan yang bisa mereka keluarkan dari dulu susah payahnya kelas satu menghafal vocabulary hingga kelas 3 menghafal rumus cepat matematika. Dan Alhamdulillah, semuanya sepertinya berjalan lancar. Semoga adek-adek kelas ku di MAPK diberi hasil yang terbaik oleh Allah, dan hasil itu akan mengahantarkan mereka pada dunia impian mereka. Hari ini adalah hari rabu. Iya kan ? Hari dimana tomer ku masih berjalan seperti biasanya dan penuh dengan gramer baru yang membuat aku harus meremas otakku lagi dalam kelasku yang luas itu. Tomer yang entah semakin hari membuat kejenuhan tiada tara bagiku. Kejenuhan yang entah apakah  segera usai ketika aku memasuki masa untuk siap ujian akhir untuk diploma. Ehm, bener...

Aku karena Menulis

Menulisku bagai tinta pembawa cinta yang melukis kanvas putih bersih Menulisku bagai burung camar yang beterbangan mengikuti arah kapal dari asia ke eropa Menulisku bagai detikan waktu di jam tanganku yang kusuka Menulisku bagai mimpi ku yang nyata dan tertarget Menulisku juga bagai doa di setiap sujud panjang yang dingin #Aku menulis karena cinta Aku menulis karena bisa Aku menulis karena aku ada Aku menulis karena suka Aku menulis karena dunia ada Dan aku menulis untuk menjadi luar biasa Dalam gaung malam Ankara hujan lebat, 23;07

Ayo Semangat Lagi Kawan

Aku mempunyai seorang teman yang bisa aku katakan pintar. Aku tak pernah menyebutnya malas atau apapun. Ia rajin dan semangat. Ia anak yaman. Ia tinggal seasrama denganku, bahkan dulu sempet sama kelas ketika aku masih belajar TOMER di tingkat paling dasar (temel A1). Aku hampir setiap hari bertemu dengannya. Baik di asrama ataupun di TOMER. Walaupun ketika bertemu kami hanya saling memberi senyum tanpa banyak bincang dan lainnya. Malam ini ternyata ia mengeluarkan kegelisahannya padaku. Entah kenapa ia tiba-tiba mengirim pesan di whatsapp ku. Ia mencurahkan isi hatinya yang sebenarnya nampak di wajah nya itu. Ia memulai bercerita ketika aku dan dia sama-sama sekelas di TOMER waktu pertama itu. Tapi, kenapa sekarang ia tertinggal jauh sekali. Ia sampai sekarang masih saja belum bisa naik kelas dari TEMEL A1. Padahal aku sudah C1 sekarang. Ia mikir semuanya bena-benar aneh bin ajaib. Tapi apa boleh buat, ternyata ia benar-benar tak bisa melewati tahap tomer yang dasar itu. Bukan pada ...

Cas Cis Cus Beasiswa Turki 2013

Saya menyebutnya edisi cas cis cus Beasiswa Turki 2013. Hlo, kenapa namanya cas cis cus ? Karena dalam tulisan ini hanya ada cas cis cus saja mengenai beasiswa Turki di tahun 2013 kemarin. Iseng-iseng nulis buat penyemangat para punggawa pendaftar beasiswa turki 2014. Saya hanya akan membagi skenario saja, tentang email dari YTB yang telah saya terima mulai dari proses pendaftaran hingga saya lulus dan sampai di Ankara, Oke, mari kita simak bersama... 1. Pembukaan Beasiswa Turki S1 2013 (undergarduate) (6 Mei 2013 - 6 Juni 2013) Yaitu proses aplikasi online, dengan cara membuat akun dan melengkapi semua berkas secara online. Diberi waktu selama kurang lebih satu bulan untuk mengupload dan menyelesaikan berkas. Dan dalam waktu itu saya baru mempelajari aplikasinya, jadinya agak lambat. Karena sewaktu itu belum ada web, blog yang secara detail memberi penjelasan tentang aplikasi online ini. Saya hanya mengandalkan tanya jawab PPI Adana Turki yang biasan...

Ia Selasa, dan Ia Hanya Saya

Siang ini mentari nampak begitu cerah, tapi awan pekat juga melenggang di langit Ankara. Sepertinya bisa saja hujan datang begitu saja ketika mentari tetap memberi cahaya siang ini. Ini adalah hari selasa di Ankara, selasa yang penuh dengan kebahagiaan, selasa yang habisnya tak pernah ditunggu dari sejak buka puasa senin sore, ya, hari selasa adalah hari istimewa bagi saya, ia adalah hari yang dulu kami anak Asrama MAPK saling berebut ayam panggang lauk untuk siang itu. Ya, itu semua hariu selasa, ngaji dengan ust Suke dengan kitab terbaiknya itu, Riyadhussholihin.. Ah, Aku tetap akan merindukan biduk-biduk selasa yang menghanyutkan kenangan dan hari yang indah. Siang ini seusai Tomer aku berlarian sendiri menuju metro bawah tanah Ankara yang lajunya cepat itu. Aku berlarian untuk menuju sebuah bank Ziraat yang terletak di tandogan. Aku harus membayar uang untuk ikut dalam acara tour ke Kota Canakkale. Ya, siang ini aku berlarian untuk segera mendapat antrian bank besar itu. Akhirnya...

Melepas Penat Saja

Teman Tomer Angin pagi di Ankara hari ini kembali menusuk dan menapar muka melasku, suhu yang muncul dilayar hapeku juga menunjukan minus tak karuan. Ada apa sebenarnya dengan penghujung musim dingin ini ? Apakah akan salju yang turun lagi ? Atau akankah suhu hari ini hanya suhu biasa yang akan menutup musim dingin bulan ini ? Ah, aku tak bisa menjawabnya pagi ini juga. Karena aku telah telat beberapa puluh menit untuk berangkat ke kampus TOMER. Berasa seperti anak yang ditinggal orang tuanya pergi, aku seperti ingin merengek untuk ikut tapi telah telat. Tapi ketelatanku beberapa hari ini mungkin masih bisa dimaklumi oleh guru baruku yang 'disiplin'nya tingkat dewa itu. Karena walupun telat aku tak pernah absen untuk mengumpulkan pr ku, aku juga tak pernah berkelakuan aneh dikelas. Aku baru mencoba untuk hal baru yang biasanya tak pernah aku lakukan. "telat". Mendung tebal yang bertengger dilangit ankara pagi ini sepertinya tak segera jatuh lagi seperti kemar...

Ia Adalah Menulis Kehidupan

Pagi hanya pagi, siang tetap siang, malam juga menjadi malam. Tapi, kalau hari ia berubah minggu, minggu berubah bulan, hingga bulan berganti tahun. Pun dengan yang namanya sebuah kehidupan, refleksinya tak sekadar refleksi lukas penuh diam. Ia bagaikan harian, mingguan, bulanan hingga tahunan yang terlewat dalam barisan waktu. Tak seperti pagi, malam dan siang yang sekedar berlalu tanpa hitungan. Adakah hitungan untuk sebuah pagi ? Atau angka untuk sebuah siang malam yang berlalu penuh kenangan ? Ia tak pernah ada, tapi kalau hari, minggu, bulan dan tahun ia tercatat rapi dengan hitungan penuh yang tak pernah kita tau kenapa bentuknya huruf satu tegak berdiri, angka dua seperti angsa dan seterusnya. Intinya hidup itu sebenarnya sebuah hitungan. Hidup itu ada batasan, dan hidup itu penuh dengan angka. Tapi sekali lagi, saya bukanlah seorang ahli hisab atau ahli hitung yang seharian bergelut dengan angka dan hitungan penuh kebingungan. Saya hanya seorang farid, yang dulu pernah menjab...

Anak Kecil dan Sebuah Perpisahan

Hari itu langit kota ankara mendung, sejak sedari malam mendungnya sudah bergelayut di langit yang biasanya cerah itu. Nampaknya langit juga merasa akan ada sesuatu yang hilang di Ankara. Ia seperti tau bahwa di antara penduduk negeri seberang benua ini ada seorang yang tergagap menangis di pojok kamarnya sejak malam itu. Langit seperti bisa merasakan hal yang sama dirasakan oleh anak kecil itu. Anak kecil itu menangis karena temannya yang harus kembali bersama orangtuanya ke rumah asalnya di tempat yang ia tak bisa melafalkannya dengan baik. "Endosia", ia hanya bisa mengeja tempat itu sekena lidahnya mengeja. Ia pun tak pernah tahu berapa lama teman itu di tempat asalnya nanti. Dan apakah ia akan kembali kesini, iapun tak pernah mengerti. Makanya anak kecil itu sesegukan dalam airmata kecilnya yang menetes deras. Sepertinya ia ingin melaporkan apa yang ia rasakan itu pada orang tuanya. Namun, ia berpikir bahwa orang tuanya tak pandai mengerti perasaan anak-anak. Duni...

Rindu dari Negeri Sebrang Benua

Sudah hampir 2 bulan saya tak bisa menghubungi orang tua lewat video call skype. Tentunya itu bukan karena tak ada alasan, tapi karena laptop di rumah sedang rusak. Dan setelah di repair alias diperbaiki orang rumah tak bisa mengistal ulang aplikasi skype. Entahlah, sampai kapan hingga akhirnya skype bisa dipakai lagi. Karena tak ada aplikasi lain yang bisa dipakai selain skype. Karena selain skype mudah, tapi juga hemat dan bagus. Tapi, hari-hari ketika tak bisa menelpon itu saya masih sangat sempat menguhubungi kedua orang tua dengan facebook. Walaupun itu juga hanya beberapa hari dalam seminggu saja. Ketika saya menyempatakan waktu untuk melihat indahnya istanbul itu untung saya tak melupakan kertas kecil itu. Kertas yang aku hadiahkan buat kedua orang tua ku dari sini. "Wahai bapak, ibuku.. Semoga Allah selalu memberi barakah dan kemudahan dalam merawat putra putrimu, Amiin." Salam dari putramu, FARID. Di Istanbul. Hanya itu yang bisa saya hadia...

Ia Adalah Istanbul

"Lihatlah, Burung yang berterbangan itu seperti merasakan sisa-sisa pahlawan disini... Lihatlah, bah laut yang membuncah riang itu seperti masih membawa muatan meriam raksasa... Lihatlah pula, Angin dingin yang bersemilir itu seperti membawa sebuah berita kemenangan agung yang di catat dalam sejarah.. Dan lihat sekali lagi, benteng-benteng itu seperti mengikhlaskan kerangkanya untuk hancur dan rusak karena tembakan peluru yang kuat Dan lihatlah lagi, langkah pasukan seperti masih terdengar dari tanah-tanah bumi ini. Lari kudanya seperti masih sayup sayup meronta..." Istanbul, 2 Februari 2013 Sore itu awan di langit-langit kota terlihat cerah. Nampaknya tak akan hujan lagi beberapa hari kedepan. Karena setiap pagi hingga siang langit seperti masih menggambarkan terik matahari yang bercahaya indah. Langit langit kota seperti masih mencintai matahari untuk menjadi pasangan serasi dalam beberapa hari ini. Adalah Ankara yang langitnya biru seperti ingin aku tumpah...

Sekuncup Cinta Teruntuk Orang Pilihan-Nya

Sudah hampir sekian minggu hari mulia itu berlalu, namun saya tetap tak melupakannya. Hari dimana sebuah peperangan pernah terjadi, sebuah usaha dari seorang raja kafir yang berpasukan gajah untuk menghancurkan ka'bah waktu itu. Dan akhirnya usaha itu gagal dan sia-sia, karena Allah memberi ganjaran berupa lawan pasukan yang lebih besar, yaitu burung ababil yang membawa batu bara dari tungku neraka. Usaha itu termaktub rapi dalam Al-Qur'an surah al fiil. Sejarah itu memang tak akan pernah terlupa di hati para muslim. Karena, sejarah itu ada sebuah titik terang yang menguhubungkannya dengan hari yang mulia, Hari dimana beberapa minggu itu dirayakan, apalagi kalau bukan hari lahirnya Nabi jungjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wassalam. Sebuah perayaan yang beda mungkin dari kota saya di Indonesia, yang penuh dengan perhelatan serba mistis dan tahayul. Kebo, gending atau apalah itu namanya. Yang perayaan di kota saya itu seperti perayaan yang jauh dari ...

Refleksi 100 Hari Saya di Turki

"Sizin için daha calişkan en önemli." Uh, saya menghela napas panjang. Sepertinya pelajaran bahasa turki akan semakin ribet, berjubel, dan tak berkesudahan. Perkataan hoca (guru) saya itu terus terngiang-ngiang. "Untuk kalian lebih rajin itu yang paling penting." Ya, memang benar, setiap kita naik pada level yang lebih tinggi maka pelajaran yang kita terimapun semakin sulit. Dan itu memang sebuah hal yang lazim. Saya pun ketika terngiang perkataan itu hanya diam sembari mengelus dada "Sabır ol. Sabar ! Masih ada kesempatan untuk menjadi lebih baik". Aku baru menyadari sesuatu ketika aku melihat kalender, sekarang tanggal 13 Januari ya ?. Oh Berarti saya tepat 100 hari berada tiba di turki. Maka tak heran jika saya ingin menulis sebuah catatan mengenai 100 hari yang pernah berlalu di Ankara, 100 hari yang mengawali perjalanan panjang saya di bumi impian ini, Turki. Jakarta, 6 September 2013 Disaat mengurus visa di embassy Turki Jakarta , 9 Septem...