Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2014

Sekarang Aku adalah 18 Dalam 16

Hari ini adalah hari rabu. Iya bukan ? Hari yang dinanti para adek-adek kelas ku di MAPK untuk segera menuntaskan akhir dari perjuangan siang malam nya untuk menghitamkan jawaban di kertas jawab ujian nasional tahun ini. Hari ini adalah penhujung mereka untuk membuktikan seberapa kemampuan yang bisa mereka keluarkan dari dulu susah payahnya kelas satu menghafal vocabulary hingga kelas 3 menghafal rumus cepat matematika. Dan Alhamdulillah, semuanya sepertinya berjalan lancar. Semoga adek-adek kelas ku di MAPK diberi hasil yang terbaik oleh Allah, dan hasil itu akan mengahantarkan mereka pada dunia impian mereka. Hari ini adalah hari rabu. Iya kan ? Hari dimana tomer ku masih berjalan seperti biasanya dan penuh dengan gramer baru yang membuat aku harus meremas otakku lagi dalam kelasku yang luas itu. Tomer yang entah semakin hari membuat kejenuhan tiada tara bagiku. Kejenuhan yang entah apakah  segera usai ketika aku memasuki masa untuk siap ujian akhir untuk diploma. Ehm, bener...

Aku karena Menulis

Menulisku bagai tinta pembawa cinta yang melukis kanvas putih bersih Menulisku bagai burung camar yang beterbangan mengikuti arah kapal dari asia ke eropa Menulisku bagai detikan waktu di jam tanganku yang kusuka Menulisku bagai mimpi ku yang nyata dan tertarget Menulisku juga bagai doa di setiap sujud panjang yang dingin #Aku menulis karena cinta Aku menulis karena bisa Aku menulis karena aku ada Aku menulis karena suka Aku menulis karena dunia ada Dan aku menulis untuk menjadi luar biasa Dalam gaung malam Ankara hujan lebat, 23;07

Ayo Semangat Lagi Kawan

Aku mempunyai seorang teman yang bisa aku katakan pintar. Aku tak pernah menyebutnya malas atau apapun. Ia rajin dan semangat. Ia anak yaman. Ia tinggal seasrama denganku, bahkan dulu sempet sama kelas ketika aku masih belajar TOMER di tingkat paling dasar (temel A1). Aku hampir setiap hari bertemu dengannya. Baik di asrama ataupun di TOMER. Walaupun ketika bertemu kami hanya saling memberi senyum tanpa banyak bincang dan lainnya. Malam ini ternyata ia mengeluarkan kegelisahannya padaku. Entah kenapa ia tiba-tiba mengirim pesan di whatsapp ku. Ia mencurahkan isi hatinya yang sebenarnya nampak di wajah nya itu. Ia memulai bercerita ketika aku dan dia sama-sama sekelas di TOMER waktu pertama itu. Tapi, kenapa sekarang ia tertinggal jauh sekali. Ia sampai sekarang masih saja belum bisa naik kelas dari TEMEL A1. Padahal aku sudah C1 sekarang. Ia mikir semuanya bena-benar aneh bin ajaib. Tapi apa boleh buat, ternyata ia benar-benar tak bisa melewati tahap tomer yang dasar itu. Bukan pada ...