Hujan yang memberi arti sebuah kehidupan Ankara berubah mencekam lagaknya tengah hari tiba-tiba tak cerah. Mendung yang menyelimuti langit kota, pagi ini benar-benar tak mampu menahan beban air yang ditanggungnya. Hingga benar-benar jatuh menjadi percikan dan rintikan air riak. Pagi ini tubuhku diam terguyur di keremangan kabut berair cuaca Ankara. Tak ku temui bayangan tubuh seperti hari biasanya. Dan memang sepertinya pagi ini matahari baru kalah saing untuk memperebutkan singgasana langit hari ini. Hujan, hujan, dan huujaan. Aroma hujan pagi ini hampir-hampir terasa sama seperti aroma hujan di tanah air. Dan itulah sebab tersendiri yang membuat jiwa terkadang merindu kampung halaman. Aroma hujan tengah hari. Walaupun beraroma mirip tapi ada rupa beda di negeri seberang benua ini. Ada pemandangan yang tak ku temui di waktu hujan mengguyur. Tak lain dan tak bukan ialah mantol hujan bagi para pengendara bermotor dan sepeda. Yups, sejauh yang ku temui di waktu huja...
Tentang Sebuah Perjalanan, Pengalaman, Kisah Hikmah, dan Kerja Keras.