Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2013

Hujan Pagi Ini Memberi Arti Kehidupan

Hujan yang memberi arti sebuah kehidupan Ankara berubah mencekam lagaknya tengah hari tiba-tiba tak cerah. Mendung yang menyelimuti langit kota, pagi ini benar-benar tak mampu menahan beban air yang ditanggungnya. Hingga benar-benar jatuh menjadi percikan dan rintikan air riak. Pagi ini tubuhku diam terguyur di keremangan kabut berair cuaca Ankara. Tak ku temui bayangan tubuh seperti hari biasanya. Dan memang sepertinya pagi ini matahari baru kalah saing untuk memperebutkan singgasana langit  hari ini. Hujan, hujan, dan huujaan. Aroma hujan pagi ini hampir-hampir terasa sama seperti aroma hujan di tanah air. Dan itulah sebab tersendiri yang membuat jiwa terkadang merindu kampung halaman. Aroma hujan tengah hari. Walaupun beraroma mirip tapi ada rupa beda di negeri seberang benua ini. Ada pemandangan yang tak ku temui di waktu hujan mengguyur. Tak lain dan tak bukan ialah mantol hujan bagi para pengendara bermotor dan sepeda. Yups, sejauh yang ku temui di waktu huja...

Keganjilan di Rumah Megah-Nya, Kocatepe Camii

Dalam Masjid termegah di Ankara, Kocatepe camii Ornamen berhiaskan kaligrafi itu terpampang di setiap sudut yang ada dalam masjid yang satu ini. Ukiran-ukiran tangan para khathaatiin yang lembut membuat siapapun akan terpana dengan kemolekan masjid ini. Ditambah dengan kemegahan luar biasa yang terpancar dari pelbagai seginya akan membuat siapapun betah berlama-lama disini. Termasuk diriku. Aku adalah pencinta masjid termegah di Ankara ini. Aku sangat mencintai lekuk-lekuk hiasannya yang berpadu antara gaya cordoba spanyol, ottoman dan corak modern itu. Dan perpaduan itulah yang membuat hatiku seakan-akan berbuncah gempita menunaikan shalat disini. Dan cita-cita kekhusukan itupun akan hadir dengan damai. Benar-benar berasa di masjid termewah seantero dunia. Sore itu aku kembali menunanaikan shalat wustho (ashar) di masjid ini lagi. Bersama beberapa kawan baik, kami sore itu melaksakan shalat ashar ashar berjama'ah. Ingin rasanya diriku bisa menunaikan shalat lima wak...

Rasanya Semanis Namanya, AŞURE

Aşure (asyure) -dokumen teman- Malam ini sepertinya ada yang aneh di ruang makan Asrama. Tuh kan beneran. Ada papan besar didepan pengambilan makan. Papan yang bertuliskan "selamat bulan muharram" begitu setauku. Intinya seperti itulah. Dan di depan papan itu ada meja seukuran meja makan kecil, dan ada bertumpuk nampan berisi bungkusan kecil seperti bubur. Banyak sekali, dan ternyata itu disediakan gratis, tanpa bayar. #horee Dan setelah mengambil makan malam langsung deh menuju meja kecil itu, saya ambil satu. #Humm, jadi semakin lapar. Setelah makan usai, saatnya menyantap makanan yang entah tak tau namanya itu. Sepertinya makanan ini sudah pernah saya jumpai kemarin di kizilay, sore hari ketika perut lapar saya mulai menggerung. Menandakan lapar laur biasa. Tapi harus menunggu maghrib untuk makan, alias puasa. Makanya niat untuk mengantri gratis di kizilay kemarin gagal. Dan malam ini saya mendapatkannya, dan bahkan bisa ngambil 2 atau lebih. MashaAllah. Dan...

Perjalanan Malam Itu

Malam ini rasa lelah menghinggap di perjalanan malamku ke pelosok Ankara, bisa dikatakan seperti desa yang jauh dari pusat kota Ankara, kizilay. Kecioren namanya. Daerah yang terlihat tandus dikelilingi bukit dan lahan luas terhampar. Tapi sekali-lagi, ini malam hari, jadi tak ada pemandangan yang menakjubkan di lahan luas terhampar itu, hanya nampak silau pernak-pernik lampu yang membuat mata seperti melihat mutiara berkelip di tengah hitam dan gelapnya malam. Malam ini, malam spesial. Malam yang saya belum pernah melaluinya sebelum ini. Saya bersama 3 teman dekat saya mencoba suatu hal yang mungkin bisa dikatakan alay atau apalah. Tapi itu membuatku berkesan. Kami mencoba membuktikan kata seorang kakak tingkat yang katanya ada Nonton film bioskop gratis buat para mahasiswa di daerah kecioren ini. Sebenarnya tujuan saya bukan itu, tapi sebuah perjalanan panjang yang akhirnya mendapatkan sesuatu itu seperti harapan kosong yang akhirnya tergapai. Indah sekali. Perjalanan malam i...

Jum'ah Mubarakah dari Ankara

Hari ini adalah hari Jumat yang penuh dengan keberkahan dari malamnya hingga matahari yang terbenam di sorenya. Hari jumat adalah hari raya mingguan umat islam yang didalamnya banyak keutamaan, utamanya adalah adanya satu waktu dimana semua doa dan harapan yang di ucapkan melalui lisan para hamba-Nya akan direalisasikan dan dikabulkan. Tapi, waktu itu lagaknya malam seribu bulan "Lailatul Qadar" yang entah tiada seorang dari Hamba-Nya yang tau kapan itu. Termasuk salah satu waktu yang mustajab berdoa di hari jumat.   Sunset Di Ankara ( doc : Foto kakak tingkat, hehe. Maaf saya ambil ) Rasulullah   Shallallahu'alaihi Wasallam   bersabda: “ Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: 'Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta'. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut ” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 da...

MEMBACA untuk Sebuah Cita-cita

Senja ini tubuhku menggigil lagi di kursi meja samping jendela kamar. Rasa-rasanya tubuhku tak kuat menahan hempasan angin yang semakin dingin saja. Ah, jaketku sudah tergantung rapi di almari kecilku. Tak mau aku repot-repot lagi. Akhirnya, solusi termudah adalah menutup jendela kamar. Hari-hari belakangan ini Kota Ankara nampaknya semakin dingin menggigil. Pertanda bahwa musim dingin semakin merapat dan mendekat. Pertanda bahwa gumpalan putih salju akan segera turun menyapa bumi Ankara. Makanya, tak salah jika sudah banyak toko yang berjualan jaket tebal musim dingin, sepatu boot, sarung tangan, topi dan pernak-pernik lain yang sangat jarang kutemui di sekitar rumahku ketika di Indonesia. Ya, 2 musim yang jauh beda dengan Indonesia membuat hari-hariku sepertinya akan berbeda. Menjalani kehidupan di tengah kebisingan kota dengan 4 musim layaknya kota di eropa. Sekali-lagi, sangat jauh beda dengan kampung halamanku. Di kampung halamanku tak ada yang mengenal kereta bawah tanah, at...

Menuju ke Sebuah Titik Permulaan

" Pergilah , Jelajahilah dunia .  Lihatlah dan carilah kebenaran dan rahasia-rahasia hidup. Niscaya jalan apapun yang kau pilih akan mengantarkanmu menuju titik awal. Sumber kebenaran dan rahasia hidup akan kau temukan di titik nol perjalananmu, Perjalanan panjangmu tidak akan mengantarkanmu ke ujung jalan, justru ia akan membawamu kembali ke titik permulaan. Pergilah untuk kembali, mengembaralah untuk menemukan jalan pulang. Sejauh apapun kakimu melangkah, engkau pasti akan kembali ke titik awal."   Paulo Cuelho - The Alchemist. Di kutip dari buku, 99 Cahaya di Langit Eropa, Hal. 372. Titik itu bukan tersimpan di dalam samudra yang luas Kata-kata itu seperti menghunus pikiran ku di malam yang gelap nan dingin ini. Ah, rasa-rasanya sulit sekali memaknai kata yang baru saja saya baca dari buku biru ini. Sepertinya ketika seorang terjebak dalam kata-kata ini pikirannya tak henti-henti berkontraksi. Memikirkan suatu hal yang sungguh jauh dari perkiraan awalnya. B...

Aku Kangen Menulis

Di tengah terpaan angin malam yang cukup dingin. Sejenak aku mengindahkan kejenuhan ku mengerjakan PR bahasa Turki. Ah, beberapa hari ini jemariku rasanya begitu ingin saya remas-remas. Kenapa malas sekali berkutat dengan keyboard laptop walau hanya sekedar menulis beberapa kata saja. Entahlah, yang jelas kemalasan menulis ini bersamaan dengan mendung tebal yang beberapa hari ini mengudara mulus di Kota Ataturk, Ankara.  PR yang bertumpuk dari TOMER terkadang juga membuat kemalasan menulis tersendiri bagiku. Karena selain aku harus bagi-bagi waktu, aku juga harus mengomando otakku menulis sustu tulisan yang bermanfaat. Karena aku menulis bukan buat diriku saja, melainkan buat sejuta orang yang nantinya membaca tulisan-tulisan di blogku. Ah, alasan yang mengganjal juga menurutku. Karena menulis untuk diri sendiri sepertinya cukup buatku. Karena blog ini tak ada yang mengunjungi. Senja, malam atupun apalah namanya itu, telah berlalu sebulan lebih ketika saya menginjakkan kak...

Jangan Takut Bermimpi

Kampus Saya Insha Allah Bismillah, Insha Allah taun depan saya ta'lim nya di kampus ini. Kampus yang dulunya masih samar-samar dalam benak saya. Kampus yang dulunya saya impikan berada di dekat lautan. Atapun yang berada di samping sahara, juga di atas pegunungan. Serta Kampus yang dulunya saya impikan bertumpuk salju. Dan memang benar, saya pernah memimpikannya. Dan Allah adalah pemberi yang terbaik. Alhamdulillah, Saya benar-benar mendapatkannya. Allah memberi tak bakalan salah orang, ataupun salah alamat. Allah lah yang memeluk mimpi-mimpi kita. Jadi, Jangan takut bermimpi. Bermimpilah mulai sekarang , walaupun mimpi itu jauh di atas sana. Dan yang terpenting adalah, jangan lupa untuk selalu berusaha untuk menggapainya . Semangat sobat ! #Catatan Malam Ankara Üniversitesi İlahiyat Fakültesi   1.11.2013

Pengantar untuk Beasiswa Turki

Angin malam ini semakin membuat badan saya menggigil di pojok kamar 421 ini. Suara mobil sepertinya tak henti-henti mengganggu telinga saya, bising sekali. Ah, Ankara malam hari sepertinya tak bisa berhenti beraktivitas. Sudahlah, kehidupan monoton disini seharusnya kadang di sela dengan isthirahat rohani maupun istirahat yang bermanfaat. Oh iya, sampai lupa. Beberapa hari ini saya sudah banyak pertanyaan mengenai beasiswa ke turki. Dan biasanya saya hanya menjawab kalau bersabar dulu. InsyaAllah nanti ada Jalan. Jadi lakukan planing terdekat dulu, karena kemungkinan besar beasiswanya masih lama akan dibuka lagi. Makanya pakai skala prioritasnya dulu. Kalau ada ujian ya mikirin ujian dulu, dipersiapkan matang-matang, karena untuk S1 nilai ujian nasional salah satu hal yang dipertimbangkan. Dan mulai sekarang mulai sedikit demi sedikit belajar berbicara bahasa inggris, karena bahasa harus dipraktekkan tak hanya dibaca dan didengar. Dan tahap wawancaranya nanti pakai bahasa inggr...