Pagi hanya pagi, siang tetap siang, malam juga menjadi malam. Tapi, kalau hari ia berubah minggu, minggu berubah bulan, hingga bulan berganti tahun. Pun dengan yang namanya sebuah kehidupan, refleksinya tak sekadar refleksi lukas penuh diam. Ia bagaikan harian, mingguan, bulanan hingga tahunan yang terlewat dalam barisan waktu. Tak seperti pagi, malam dan siang yang sekedar berlalu tanpa hitungan. Adakah hitungan untuk sebuah pagi ? Atau angka untuk sebuah siang malam yang berlalu penuh kenangan ? Ia tak pernah ada, tapi kalau hari, minggu, bulan dan tahun ia tercatat rapi dengan hitungan penuh yang tak pernah kita tau kenapa bentuknya huruf satu tegak berdiri, angka dua seperti angsa dan seterusnya. Intinya hidup itu sebenarnya sebuah hitungan. Hidup itu ada batasan, dan hidup itu penuh dengan angka. Tapi sekali lagi, saya bukanlah seorang ahli hisab atau ahli hitung yang seharian bergelut dengan angka dan hitungan penuh kebingungan. Saya hanya seorang farid, yang dulu pernah menjab...