Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2016

Puisi Istanbul

Pada wajahmu.. Ada yang diam diam menerpa wajahmu di balik bilik mendelik dan tatapannya kian pelik Ada yang pura pura menyapamu sekadar rasa Menjajaki hampa jiwa yang tak biasa Tergagap membiru, menekuni syahdu baru Ada yang melupamu sebagai tuntutan Hilang I Engkau pergi dan menghilang lagi. Mengharap pada bujur jiwamu meraga diri. Tak kan kulihat pura untuk bicara. Sedang ragu hanya buta aksara. Beberapa dasawarsa beradu, menghasilkan sedu dan ragu. Ada jalan terawang panjang, tapi ia kabur dimataku. Ada pucuk tinggi ujung, tapi punah di citaku. Engkau pergi dan tak kembali, Lagi. Dan aku membiru haru Percakapan di Bawah Hujan Sebuah percakapan di bawah hujan Ditemani bongkahan batu nisan Berbagi sedu sedan Tapi angin ribut mengacaukan Berat namun memilukan Mereka pun pergi Merana dan tak kembali Kadang, ada janji yang dilupa Hutang pun tak terbalas budi Langit menderu lagi Menumpahkan segala isi dari segala sisi Meruamkan seluruh harap Dan mengaburkan semua u...

Puisi di Ankara

Ankara kering, tapi ia dingin menggigil. Kadang di tengah kerumunan, ia sepi, dan menepi. Engkau tau, ada rasa yang ingin tak pernah hilang Menerpa bersama hangatnya matari yang samar Ia hanya menyilau, tak menghangatkan. Tapi ia nyaman, dalam jiwa Aku ingin menggapainya sekali lagi tapi tak mampu. Kadang..  4-12-16 Aku dingin menggigil, dan kau semakin tak mengerti saja. Berlalu waktu waktu bersama, dan perpisahan segera menyambut. Aku hampir menyerah, dan menghilang bersama raga asa. Tapi, sepatah keheningan malam yang kau tiupkan menyeruakkan rasa yang pernah ada. Aku mengigil dingin, membersamai dering waktu yang melesat begitu cepat. Tapi, kau urung menemani. Mendiamkan aku, dan aku tak mengerti 7-12-16 Ankara, kau menggigil lagi. Dan aku menyepi. Menaruhkan harapan harapan pada pelukan mu yang terakhir. Meruamkan segala gundah yang terlewati beberapa masa ini. Aku, sekarang tau.. engkau berubah, lebih percaya padaku. Lebih mendekat padaku. Dan lebih ...

Ortakoy Mosque In Frame

Buk, ini Farid. Anakmu..

Ibuk, bersama adek Pernah aku mengira bahwa ibuku bawel, kadang kalau aku lagi males dan santai ia sering menyuruhku untuk mengerjakan pr dari sekolah. Pun ketika hari minggu, ia menyuruhku untuk menghafalkan perkalian dari tabel yang sering aku peroleh dari sepatu sekolah bermerk ATT. Susah sekali rasanya, namun aku tetap mencoba untuk menurut. Kadang ia menyimakku lalu menanyakan soal perkalian yang sudah aku hafalkan. Kadang sedikit mengeraskan suara ketika aku selalu salah menjawab pertanyaannya. Namun, kini aku sadar bahwa kalau waktu itu tak ada paksaan untuk menghafalkan perkalian mungkin aku tak akan pernah bisa mengerjakan soal matematika hingga sekarang. Ketika ada teman yang satu kelas denganku lebih rajin dariku, ibu selalu membanding-bandingkan aku dengannnya. Aku kadang sampai menjawab ambil aja anak itu buat anak ibu. Tapi, ia tak pernah memarahiku. Hanya menasehati, walaupun kadang aku jiga merasa sebal dengan nasehatnya. Tapi aku kini tahu, bahwa ibuku mengin...