Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Jadilah Pengemban Media Yang Baik *Soal demo di Ankara

Malam ini saya benar-benar merasa sebal. Sebal karena saya akhirnya benar-benar terjebak di sekumpulan demonstran yang berdemo keras di daerah guven park, dan kizilay, Ankara. Ah, untung saya bersama seorang kakak tingkat yang baik hati itu. Kami berlari-larian karena akhirnya gas air mata itu benar-benar di semprotkan oleh segerombolan polisi yang berjaga-jaga di tengah jalan. Saya ingat sekali, banyak pejalan kaki yang mulai berlarian tak tentu arah untuk menghindari sengatan gas air mata yang menusuk itu. Hingga saya liat seorang nenek yang terduyung-duyung hampir ambruk karena ingin berlari tapi ia membawa sekarung barang. Andai saya bisa menolongnya, tapi kami terlanjur berlari cepat menghindari gas yang membuat mata dan hidung serasa perih itu. Malam ini, setelah saya dan teman-teman sekamar melakukan acara makan-makan untuk sekadar perpisahan, karena 2 orang teman sekamar saya yang mau berpindah asrama ke daerah golbase. Yang kemudian kami berpisah di jalan karena acara selesa...

Semangat Yang Tak Terlupakan

Hari ini kabut tebal menyelimuti langit-langit yang biasanya berawan tipis di kota yang mengaku-ngaku eropa ini. Apalagi kalau bukan kota Ankara. Benar-benar dingin, kabut-kabut yang pekat itu serasa menggantikan rintikan salju yang sampai saat ini tak kunjung turun lagi. Hari ini adalah hari sabtu, selain itu hari ini pula adalah hari pemilihan ketua PPI Turki baru, itu tandanya saya juga harus terlibat dalam pemilihan tersebut. Tak heran bila sejak sedari pagi mataku tak bisa ku pejamkan ulang sehabis subuh. Aku masih bingung untuk memilih siapa, maka waktu pagi sehabis subuh saya gunakan untuk melihat profil, visi misi, tujuan, pencapaian bahkan debat kedua calon ketua PPI Turki. Siang ini, sehabis menunaikan shalat dhuhur di pojok mushola kecil asrama Tahsin saya bersama kakak tingkat dan seorang kawan bertolak ke kizilay, karena TPS terdekat ada disana. Dan benar-benar dingin ketika saya mulai keluar dari gedung asrama. Mungkin suhunya sekitar -5 atau berapalah. Benar-benar ding...

Pr Bahasa Turki TÖMER #2

Halaman 2 *PR 1. Tema : Orang asing di negara baru Menjadi Orang Asing di Turki 2 Bulan yang lalu tepat saya datang di Negara Antah berantah ini, apalagi kalau bukan Turki. Negara yang makmur dan sejahtera tepat di tengah bola dunia. Untuk menempuh perjalanan dari Indonesia kesini pun memerlukan waktu yang tak sedikit. Setengah hari lebih, 14 jam. Padahal dengan menggunakan pesawat terbang. Memang negara yang antah berantah, negara yang sebelumnya belum pernah terngiang-ngiang dalam pikiran kecil saya. Bahwa saya akan belajar di negara yang jauh dari tanah air ini. TURKI. Disini, saya tinggal di asrama pemerintah dengan kesemuanya dijamin oleh beasiswa pemerintah turki. Maka tak heran jika saya memang benar-benar menjadi orang asing disini. Atau di Indonesia sering disebut Bule. dari Indonesia untuk s1 yang seperti saya ada sekitar 30 anak. Kesemuanya sama seperti saya, tinggal di asrama pemerintah dan lolos untuk beasiswa pemerintah turki. Inilah pengalaman perta...

PR Bahasa Turki #1

Halaman 1 Malam ini akhirnya 2 PR menulis bahasa turki saya selesai. Seperti ingin berteriak hore bergirang-girang di malam yang dinginnya -5 derajat ini. Tapi nyatanya tadi saya yang sudah berbalut baju dan celana lapis 2 masih merasakan hawa dingin menusuk walau hanya lewat sebentar untuk makan di gedung makan seberang blok asramaku. Benar-benar dingin yang menusuk. Malam ini saya benar-benar merasa orang yang beruntung sedunia, bagaimana tidak ? Dari siang pikiran saya seperti kosong tak bisa menulis. Bukan menulis bahasa indonesia seperti ini. Tapi menulis bahasa aliens *upps. #berarti saya mempelajari bahasa aliens dong ? Jangan-jangan guru saya itu aliens yang akan memakan murid-murid nya seperti zombies.#nglantur mulai jauh. Oke, benar-benar merasa bahagia malam ini. Pr yang diberi hari jumat itu usai tertulis rapih. Walaupun tak maksimal. Gak papa, ntar kalau terlalu maksimal saya akan berubah wujud jadi aliens dong. Haha. Dan tulisan ini bukan saya buat curhatan hati ...

Seonggok Bus Tua Kota Ankara

Di dalam bus tua yang agak reot di kota Ankara Sore ini yang menghantarkan ku pulang dari kampus TOMER adalah bus tua yang unik. Pengalaman yang benra-benar mengasyikkan. Melihat sebuah ironi kota Ankara lagi. Selain sebuah pasar tradisional di Ulus, juga satu lagi bus tua Ankara yang berwaran merah-putih kusam. Benar-benar sebuah ironi di kota metropolit ini. Di tengah deru-deru mobil elegant yang bertipe modern dan berwanna mengkilap Bis tua ini tetap saja eksis dan tetap juga penuh penumpang. Dan mungkin sore ini kali ketiga aku menumpangi bus tua ini. Sungguh keasyikan tersendiri. Menikmati perjalanan ke kampus dan pulang layaknya dengan roller coaster yang berderu-deru ketika berjalan, bersuara agak keras ketika pintu-pintu nya membuka dan menutup, dan tentunya dengan suara pegangan bis nya yang bergelantung seperti terombang-ambing ketika perjalanan dan menambah suara keras saja dalam bus. Siang ini, saya tertawa terkikik-kikik di bus dengan seorang teman saya. Kami tert...

Lorong Kota Itu Menghantarkan Sebuah Hikmah

Menyusuri lorong-lorong kota Ankara benar-benar membuat hari libur terasa begitu sempurna. Apalagi kalau bukan sebuah kegiatan yang membuat libur terasa begitu berwarna. Karena banyak sekali tempat-tempat baru yang belum saya telusuri di kota ini. Sehingga penasaran itu semakin membuat gejolak-gejolak hati untuk ingin berjalan di sudut-sudut kota tua ini. Walaupun suhu dingin yang menggigilkan tubuh, tapi sejatinya tak membuat sebuah perjalanan siang ini untuk menelusuri lorong kota menjadi tak nyaman. Justru itulah feel nya. Bahwa merasakan tubuh terguyur dingin dengan suhu minus di tengah keramaian itu adalah pengalaman yang tak bisa diungkapkan dengan 26 huruf di abjad Indonesia.  Siang ini saya benar-benar menemukan Indonesia di tengah Ankara. Lorong-lorong yang saya telusuri dengan tapak-tapak kaki ternyata mengahantarkanku di pasar tradisional Ulus, Ankara. Pasar yang membuat diriku benar-benar merasakan sebuah harmoni keIndonesiaan disini. Sebuah pasar tradisional yang ...

Apa Saja Yang Didapat Dari Beasiswa Turki ?

Beberapa hari ini ada yang mengusik pikiran saya, apalagi kalau bukan soal beasiswa pemerintah Turki. Entah kenapa saya jadi kepikiran soal beasiswa yang membuat saya bisa sampai ke negeri impian ini. Saya lebih senang menyebutnya dengan negeri impian. Bukan impian saya semata, tapi negeri impian leluhur mulia kita, siapa lagi kalau bukan baginda Nabi Muhammad saw. Bahwa Beliau lah yang memimpikan negeri indah di seberang benua ini. Beliau memimpikan sebuah negeri yang cahaya langitnya umpama permata zakut biru yang berkilauan cerah. Beliau telah dahulu memimpikan sebuah negeri yang tempatnya indah tak bisa tergambarkan oleh lisan dan tulisan. Beliau lah yang memimpikan penaklukan agung oleh panglima agung dengan pasukan terbaiknya. Penaklukan yang dicatat dalam berbagai sejarah dunia. Konstantinopel 1453,  Turki. Kembali ke beasiswa pemerintah turki. Disini tulisan saya adalah soal beasiswa yang akan di dapatkan oleh para winner scholars . Atau beasiswa apa saja yang akan ...

Melihat Dunia dari Berbagai Jendela #2

Tulisan lanjutan dari Kenapa harus keluar negeri .... Pemandangan Jalan terpadat di Ankara, kızılay pertemuan jalan dari berbagai daerah di Ankara Bangunan yang berjajar tinggi Di bawah itu adalah pintu masuk ke metro bawah tanah Pintu masuk ke metro (kereta bawah tanah) yang di bawah tanah juga banyak toko-toko Pemandangan ini di ambil dari lantai 4 Sore itu angin winter yang melambai-lambai menembus jaketku serasa bertambah dingin. Dan seharusnya tubuhku sudah berada di dalam ruangan yang berpenghangat. Tapi nampaknya mencari tempat untuk berlindung dari angin dingin ini terlihat mudah saja. Karena memang banyak gedung-gedung dan pusat perbelanjaan megah yang berjajar rapi di samping kanan dan kiri jalan. Setelah agak lama bergelut dengan suhu minus di luar ruangan, akhirnya keputusan ku ada di Kızılay AVM. alias Kızılay Alış Veriş Merkezi. Atau Pusat perbelanjaan Kizilay. Tak ada rencana untuk membeli sesuatu, tapi hanya ada satu hal tuju...

Kenapa Harus Keluar Negeri ? #Part 1

ما في المقام لـذي عقـلٍ وذي أدبٍ من راحة فـدع الأوطـان واغتـرب سافر تجـد عوضـاً عمـن تفارقـه وانصب فإن لذيذ العيش في النصـب إني رأيـت وقـوف المـاء يفسـده إن ساح طاب وإن لم يجر لم يطـب والأسد لولا فراق الأرض ما افترست والسهم لولا فراق القوس لم يصـب والشمس لو وقفت في الفلك دائمـه ًلملها الناس من عجـم ومـن عـرب والتبر كالترب ملقـي فـي أماكنـه والعود في أرضه نوع من الحطـب فـإن تغـرب هـذا عـز مطلـبـه وإن تغـرب ذلـك عـز كالـذهـب “Berdiam diri, stagnan, dan menetap di tempat mukim, sejatinya bukanlah peristirahatan bagi mereka pemilik akal dan adab, maka berkelanalah, tinggalkan negerimu (demi menuntut ilmu dan kemuliaan). Safarlah, engkau akan menemukan pengganti orang-orang yang engkau tinggalkan. Berpeluhlah engkau dalam usaha dan upaya, karena lezatnya kehidupan baru terasa setelah engkau merasakan payah dan peluh dalam bekerja dan berusaha. Sungguh aku melihat, air yang tergenang dalam diamnya, justru akan tercemar lalu membusuk. Jika saja ...

Sepatah Bait Kerinduan Teruntuk Kalian

Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) Solo *kampus sebelum di renovasi Beberapa hari ini, dinding facebook ku terpenuhi oleh kegalaun yang tertulis di status, foto, hingga komentar kawan lamaku. Siapa lagi kalau bukan kawan-kawan terbaik dari penjuru tanah Air pusaka, kalian kawan MAPK. Di berbagai status kalian itu terlihat sama, sama inti pembahasan galau. Apalagi kalau bukan soal kangen, ingin bertemu dan ingin kembali mengulang kenangan bersama. Entahlah, yang jelas itulah yang bisa aku garis bawahi untuk status alay itu. Dan sepertinya jemariku ingin berkata-kata dalam sebuah alunan bait kerinduan,  ' Kalian alay banget sih kawan :p sok merasa kangen ' Padahal kalian memang benar-benar kangen kan ? ' Kalian sok ingin bersama lagi ' Padahal memang sangat ingin bersama kembali kan ? ' Kalian sok ingin mengulang masa indah putih abu-abu di dekat makam terbesar di solo itu ' Padahal itu memang keinginan kalian kan ? Kemudian pikiran ku b...

Hujan Pagi Ini Memberi Arti Kehidupan

Hujan yang memberi arti sebuah kehidupan Ankara berubah mencekam lagaknya tengah hari tiba-tiba tak cerah. Mendung yang menyelimuti langit kota, pagi ini benar-benar tak mampu menahan beban air yang ditanggungnya. Hingga benar-benar jatuh menjadi percikan dan rintikan air riak. Pagi ini tubuhku diam terguyur di keremangan kabut berair cuaca Ankara. Tak ku temui bayangan tubuh seperti hari biasanya. Dan memang sepertinya pagi ini matahari baru kalah saing untuk memperebutkan singgasana langit  hari ini. Hujan, hujan, dan huujaan. Aroma hujan pagi ini hampir-hampir terasa sama seperti aroma hujan di tanah air. Dan itulah sebab tersendiri yang membuat jiwa terkadang merindu kampung halaman. Aroma hujan tengah hari. Walaupun beraroma mirip tapi ada rupa beda di negeri seberang benua ini. Ada pemandangan yang tak ku temui di waktu hujan mengguyur. Tak lain dan tak bukan ialah mantol hujan bagi para pengendara bermotor dan sepeda. Yups, sejauh yang ku temui di waktu huja...

Keganjilan di Rumah Megah-Nya, Kocatepe Camii

Dalam Masjid termegah di Ankara, Kocatepe camii Ornamen berhiaskan kaligrafi itu terpampang di setiap sudut yang ada dalam masjid yang satu ini. Ukiran-ukiran tangan para khathaatiin yang lembut membuat siapapun akan terpana dengan kemolekan masjid ini. Ditambah dengan kemegahan luar biasa yang terpancar dari pelbagai seginya akan membuat siapapun betah berlama-lama disini. Termasuk diriku. Aku adalah pencinta masjid termegah di Ankara ini. Aku sangat mencintai lekuk-lekuk hiasannya yang berpadu antara gaya cordoba spanyol, ottoman dan corak modern itu. Dan perpaduan itulah yang membuat hatiku seakan-akan berbuncah gempita menunaikan shalat disini. Dan cita-cita kekhusukan itupun akan hadir dengan damai. Benar-benar berasa di masjid termewah seantero dunia. Sore itu aku kembali menunanaikan shalat wustho (ashar) di masjid ini lagi. Bersama beberapa kawan baik, kami sore itu melaksakan shalat ashar ashar berjama'ah. Ingin rasanya diriku bisa menunaikan shalat lima wak...

Rasanya Semanis Namanya, AŞURE

Aşure (asyure) -dokumen teman- Malam ini sepertinya ada yang aneh di ruang makan Asrama. Tuh kan beneran. Ada papan besar didepan pengambilan makan. Papan yang bertuliskan "selamat bulan muharram" begitu setauku. Intinya seperti itulah. Dan di depan papan itu ada meja seukuran meja makan kecil, dan ada bertumpuk nampan berisi bungkusan kecil seperti bubur. Banyak sekali, dan ternyata itu disediakan gratis, tanpa bayar. #horee Dan setelah mengambil makan malam langsung deh menuju meja kecil itu, saya ambil satu. #Humm, jadi semakin lapar. Setelah makan usai, saatnya menyantap makanan yang entah tak tau namanya itu. Sepertinya makanan ini sudah pernah saya jumpai kemarin di kizilay, sore hari ketika perut lapar saya mulai menggerung. Menandakan lapar laur biasa. Tapi harus menunggu maghrib untuk makan, alias puasa. Makanya niat untuk mengantri gratis di kizilay kemarin gagal. Dan malam ini saya mendapatkannya, dan bahkan bisa ngambil 2 atau lebih. MashaAllah. Dan...

Perjalanan Malam Itu

Malam ini rasa lelah menghinggap di perjalanan malamku ke pelosok Ankara, bisa dikatakan seperti desa yang jauh dari pusat kota Ankara, kizilay. Kecioren namanya. Daerah yang terlihat tandus dikelilingi bukit dan lahan luas terhampar. Tapi sekali-lagi, ini malam hari, jadi tak ada pemandangan yang menakjubkan di lahan luas terhampar itu, hanya nampak silau pernak-pernik lampu yang membuat mata seperti melihat mutiara berkelip di tengah hitam dan gelapnya malam. Malam ini, malam spesial. Malam yang saya belum pernah melaluinya sebelum ini. Saya bersama 3 teman dekat saya mencoba suatu hal yang mungkin bisa dikatakan alay atau apalah. Tapi itu membuatku berkesan. Kami mencoba membuktikan kata seorang kakak tingkat yang katanya ada Nonton film bioskop gratis buat para mahasiswa di daerah kecioren ini. Sebenarnya tujuan saya bukan itu, tapi sebuah perjalanan panjang yang akhirnya mendapatkan sesuatu itu seperti harapan kosong yang akhirnya tergapai. Indah sekali. Perjalanan malam i...

Jum'ah Mubarakah dari Ankara

Hari ini adalah hari Jumat yang penuh dengan keberkahan dari malamnya hingga matahari yang terbenam di sorenya. Hari jumat adalah hari raya mingguan umat islam yang didalamnya banyak keutamaan, utamanya adalah adanya satu waktu dimana semua doa dan harapan yang di ucapkan melalui lisan para hamba-Nya akan direalisasikan dan dikabulkan. Tapi, waktu itu lagaknya malam seribu bulan "Lailatul Qadar" yang entah tiada seorang dari Hamba-Nya yang tau kapan itu. Termasuk salah satu waktu yang mustajab berdoa di hari jumat.   Sunset Di Ankara ( doc : Foto kakak tingkat, hehe. Maaf saya ambil ) Rasulullah   Shallallahu'alaihi Wasallam   bersabda: “ Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam menyebutkan tentang hari  Jumat kemudian beliau bersabda: 'Di dalamnya terdapat waktu. Jika seorang muslim berdoa ketika itu, pasti diberikan apa yang ia minta'. Lalu beliau mengisyaratkan dengan tangannya tentang sebentarnya waktu tersebut ” (HR. Bukhari 935, Muslim 852 da...

MEMBACA untuk Sebuah Cita-cita

Senja ini tubuhku menggigil lagi di kursi meja samping jendela kamar. Rasa-rasanya tubuhku tak kuat menahan hempasan angin yang semakin dingin saja. Ah, jaketku sudah tergantung rapi di almari kecilku. Tak mau aku repot-repot lagi. Akhirnya, solusi termudah adalah menutup jendela kamar. Hari-hari belakangan ini Kota Ankara nampaknya semakin dingin menggigil. Pertanda bahwa musim dingin semakin merapat dan mendekat. Pertanda bahwa gumpalan putih salju akan segera turun menyapa bumi Ankara. Makanya, tak salah jika sudah banyak toko yang berjualan jaket tebal musim dingin, sepatu boot, sarung tangan, topi dan pernak-pernik lain yang sangat jarang kutemui di sekitar rumahku ketika di Indonesia. Ya, 2 musim yang jauh beda dengan Indonesia membuat hari-hariku sepertinya akan berbeda. Menjalani kehidupan di tengah kebisingan kota dengan 4 musim layaknya kota di eropa. Sekali-lagi, sangat jauh beda dengan kampung halamanku. Di kampung halamanku tak ada yang mengenal kereta bawah tanah, at...

Menuju ke Sebuah Titik Permulaan

" Pergilah , Jelajahilah dunia .  Lihatlah dan carilah kebenaran dan rahasia-rahasia hidup. Niscaya jalan apapun yang kau pilih akan mengantarkanmu menuju titik awal. Sumber kebenaran dan rahasia hidup akan kau temukan di titik nol perjalananmu, Perjalanan panjangmu tidak akan mengantarkanmu ke ujung jalan, justru ia akan membawamu kembali ke titik permulaan. Pergilah untuk kembali, mengembaralah untuk menemukan jalan pulang. Sejauh apapun kakimu melangkah, engkau pasti akan kembali ke titik awal."   Paulo Cuelho - The Alchemist. Di kutip dari buku, 99 Cahaya di Langit Eropa, Hal. 372. Titik itu bukan tersimpan di dalam samudra yang luas Kata-kata itu seperti menghunus pikiran ku di malam yang gelap nan dingin ini. Ah, rasa-rasanya sulit sekali memaknai kata yang baru saja saya baca dari buku biru ini. Sepertinya ketika seorang terjebak dalam kata-kata ini pikirannya tak henti-henti berkontraksi. Memikirkan suatu hal yang sungguh jauh dari perkiraan awalnya. B...

Aku Kangen Menulis

Di tengah terpaan angin malam yang cukup dingin. Sejenak aku mengindahkan kejenuhan ku mengerjakan PR bahasa Turki. Ah, beberapa hari ini jemariku rasanya begitu ingin saya remas-remas. Kenapa malas sekali berkutat dengan keyboard laptop walau hanya sekedar menulis beberapa kata saja. Entahlah, yang jelas kemalasan menulis ini bersamaan dengan mendung tebal yang beberapa hari ini mengudara mulus di Kota Ataturk, Ankara.  PR yang bertumpuk dari TOMER terkadang juga membuat kemalasan menulis tersendiri bagiku. Karena selain aku harus bagi-bagi waktu, aku juga harus mengomando otakku menulis sustu tulisan yang bermanfaat. Karena aku menulis bukan buat diriku saja, melainkan buat sejuta orang yang nantinya membaca tulisan-tulisan di blogku. Ah, alasan yang mengganjal juga menurutku. Karena menulis untuk diri sendiri sepertinya cukup buatku. Karena blog ini tak ada yang mengunjungi. Senja, malam atupun apalah namanya itu, telah berlalu sebulan lebih ketika saya menginjakkan kak...

Jangan Takut Bermimpi

Kampus Saya Insha Allah Bismillah, Insha Allah taun depan saya ta'lim nya di kampus ini. Kampus yang dulunya masih samar-samar dalam benak saya. Kampus yang dulunya saya impikan berada di dekat lautan. Atapun yang berada di samping sahara, juga di atas pegunungan. Serta Kampus yang dulunya saya impikan bertumpuk salju. Dan memang benar, saya pernah memimpikannya. Dan Allah adalah pemberi yang terbaik. Alhamdulillah, Saya benar-benar mendapatkannya. Allah memberi tak bakalan salah orang, ataupun salah alamat. Allah lah yang memeluk mimpi-mimpi kita. Jadi, Jangan takut bermimpi. Bermimpilah mulai sekarang , walaupun mimpi itu jauh di atas sana. Dan yang terpenting adalah, jangan lupa untuk selalu berusaha untuk menggapainya . Semangat sobat ! #Catatan Malam Ankara Üniversitesi İlahiyat Fakültesi   1.11.2013