Skip to main content

Tomerku Telah Usai

Sudah berapa minggu ya tak bisa menulis blog lagi ? Atau mungkin sudah beberapa tahun rasanya. Yang jelas sebanarnya bukan gak bisa menulis, tapi tak bisa meluangkan waktu serta ide dan gagasan buat menulis lagi. Apalagi karena kesibukan wira-wiri Ankara Istanbul juga wira wiri gak jelas dari Asrama ke rumah-rumah. Yang jelas terkadang meluangkan waktu dan pikiran lebih sulit daripada meluangkan uang *eh. 

Jadi ceritanya, saya ingin sedikit berbagi kesan tentang rasanya lulus TOMER. Yaitu lulus dari lembaga les bahasa Turki yang paling sulit di Turki, Ankara univ Tomer. Rasanya bangga sekaligus syukur sekali, karena di setiap level bisa naik terus tanpa harus tinggal kelas. Pun di level terakhirnya, akhirnya lulus dengan nilai yang lumayan Alhamdulillah. 

Kalau saya memflashback awal-awal di Tomer, rasanya memang malu. Karena dulu pengetahuan bahasa turki saya yang masih nol dan sulit berkembang. Tapi semenjak saya mulai berani duduk di depan kelas, banyak bertanya, dan tentunya bergaul dengan orang turki dan teman TOMER dengan menggunakan bahasa turki, bahasa turki saya bisa berkembang. 
Oh iya, jadi inget kalau dulu sempet nulis pengalaman pertama di kelas Tomer. Di catatan facebook. Bisa disimak lagi di : https://www.facebook.com/notes/al-farid/hari-pertama-masuk-t%C3%B6mer/625487764139113 . Semoga ceritanya bermanfaat.

Untuk kali ini, pengalaman luar biasanya adalah lulus dan akhirnya mendapat sertifikat C1. Semoga dengan lulusnya saya dari Tomer juga bisa lebih meningkat lagi bahasa turkinya, dan bisa paham buku akademik-akademik di kampus nanti, Amiin.

Ankara dalam sepi, 14-07-2014

Bersama guru terbaik kami, Dilek Hoca

Akhirnya kita anak indo s1 lulus semua

Alhamdulillah, lulus semua dan pakai jas semua

Bersama teman terbaik (Nawaz - India), nilai tomernya tinggi banget

Ini kaya gaya-gaya awal di turki dulu, di depan tomer

Jempol untuk kita semua

Comments

Popular posts from this blog

UNIVERSITAS DENGAN JURUSAN ISLAMIC STUDIES TERBAIK DI TURKI

Turki memang masih merupakan negara sekuler, namun perkembangan islam juga begitu pesat disini. Bahkan sudah banyak sekali universitas-universitas di Turki yang membuka jurusan islamic theology atau dalam bahasa Turki nya jurusan ilahiyat. Sampai saat ini tercatat ada 84 Fakultas ilahiyat yang sudah dibuka di Turki, walaupun baru 46 yang dibuka untuk menerima murid baru. Ini membuktikan bahwa geliat belajar islam di Turki sudah sangat signifikan dibanding tahun 90an. Nah, diantara banyak universitas-universitas yang telah membuka jurusan islamic Theology ini universitas mana saja yang tergolong baik dalam jurusan islamic Studies nya ? Saya akan ringkas beberapa kampus yang memiliki jurusan ilahiyat terbaik di Turki. Berikut ulasannya :                   1.        Marmara University Marmara University merupakan salah satu kampus yang memiliki jurusan Islamic Theology yang bagus. Untuk di Turki sendi...

Tentang Rasisnya Orang Turki

Orang Turki merupakan orang yang sangat nasionalis. Mereka sangat mencintai tanah air mereka, daerah mereka dan tentunya kebudayaan mereka. Maka kalau di Turki kita pasti akan bisa melihat bendera mereka berkibar-kibar di sepanjang jalan. Dimanapun pasti banyak bendera merah bergambar bulan bintang putih itu didikibarkan. Namun sayang sekali, dengan nasionalisme yang tinggi ini pula mereka sangat rasis dengan kelompok atau negara lain. Inilah yang terkadang membuat kita (orang Indonesia) disini sedikit kurang suka dengan kelakuan mereka, apalagi jika sudah mulai membahas tentang isu-isu kedaerahan, ras dan golongan. Saya akan menceritakan 4 pengalaman yang pernah terjadi pada saya tentang rasisnya orang Turki ini. 1. Pakai Bahasa Turki Dong ! Waktu itu saya bersama dua orang teman sedang belajar di sebuah kafe di tengah kota Ankara. Kami belajar dengan menggunakan bahasa Indonesia. Karena kami semua adalah orang Indonesia, jadi kita memakai bahasa Indonesia ketika beric...

Berita-berita Tribunnews Adalah Clickbait, Apa Benar ?

Peserta Pelatihan Sedang Mendengarkan Presentasi Tentang Pelanggaran Pers (19/6/2019) Tribunnews mengadakan acara pelatihan untuk reporter baru bertema “kode etik jurnalistik” rabu (19/6/2019). Acara yang diisi oleh Febby Mahendra Putra, seorang wartawan senior sekaligus pengacara untuk Tribunnews tersebut dihadiri oleh 70 orang reporter baru. Acara tersebut diadakan di kantor Tribunnews Solo, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam penyampaiannya, Febby menjelaskan tentang aturan dan hukum dalam penulisan pers. Febby menjelaskan tentang pasal-pasal yang mengikat pers, aturan penulisan pers dan dewan pers serta membagikan contoh kasus dari media Tribunnews yang merupakan pelanggaran pers. Contoh pelanggaran pers yang disampaikan bermacam-macam, mulai dari mengandur unsur SARA, kekerasan, vulgar atau sensualitas hingga clickbait yang selama ini sangat populer. Dari macam-macam jenis pelanggaran yang ada, banyak sekali ditemuklan pelanggaran jenis clickbait...