Skip to main content

Salam Lebaran dari Turki

Ramazan Bayram Mübarek Olsun - Istanbul
Engkau tau seberapa jauh jarak Antara Turki dan Indonesia ? Anggap saja jutaan kilo dan terbentang luas samudera. Dan itulah sekarang, di saat biasanya hari raya idul fitri biasanya berkumpul dengan keluarga di rumah, tapi saya masih saya berkutat dengan Ankara. Walaupun juga tak bisa dibilang sendirian, karena ada kawan-kawan yang bisa menggantikan peran keluarga di luar negeri ini. Tapi, semuanya pasti berbeda. Termasuk ini adalah lebaran pertama saya jauh dari keluarga dan kawan-kawan lama. Tak ada baju baru, tak ada uang fitrah, yang ada hanya rasa rindu akan aroma lebaran di kampung halaman.  

Ramadhan kali ini rasanya lebih spesial -mungkin- karena saya alhamdulillah bisa melewatinya dengan lancar. Walaupun agak berat karena harus menahan haus, lapar dan nafsu sekitaran 17 jam dengan kondisi suhu panas di Turki 30-40 derajat celcius. Tapi alhamdulillah, kini semuanya tuntas dan selesai. Walaupun pas awal ramadhan sempet pergi ke kota lain untuk beberapa keperluan. Namun, menjadi musaffir tak harus membatalkan puasa bukan ? Selama kemampuan itu ada, saya masih harus berpuasa -gumam saya-.

Oh iya, mungkin idul fitri tahun ini pun rasanya juga spesial karena saya melewatinya di negeri orang. Pasti rasanya juga berbeda dengan idul fitri di Indonesia. Tapi semuanya pasti memiliki rasa khas yang berbeda beda. Yang jelas, besok adalah waktu yang dinanti-nanti selama satu bulan. Hari kemenangan, hari idul fitri. 

Seberapa jauh antara Turki dan Indonesia, namun semuanya tak menghalangi saya untuk tetap meminta maaf lahir batin kepada reka-rekan semuanya. Baik yang ada di Turki maupun di Indonesia khususnya. Semoga kita tetap bisa dipertemukan dengan ramadhan tahun depan lagi, Amiin.
Semoga amal ibadah kita di bulan ramadhan ini diterima oleh Allah azza wajalla. Amiin. 

Saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Ramazan Bayram Mübarek Olsun. Mohon maaf lahir dan batin.
TaqabbbalaLLahu Minna wa Minkum, Shiyaamanaa wa shiyaamikum, sholatanaa wa sholaatakum.
Kullu 'amin wa Nahnu bikhoir wa IlaaLLahi Aqrab. Amiin. 

Comments

Popular posts from this blog

UNIVERSITAS DENGAN JURUSAN ISLAMIC STUDIES TERBAIK DI TURKI

Turki memang masih merupakan negara sekuler, namun perkembangan islam juga begitu pesat disini. Bahkan sudah banyak sekali universitas-universitas di Turki yang membuka jurusan islamic theology atau dalam bahasa Turki nya jurusan ilahiyat. Sampai saat ini tercatat ada 84 Fakultas ilahiyat yang sudah dibuka di Turki, walaupun baru 46 yang dibuka untuk menerima murid baru. Ini membuktikan bahwa geliat belajar islam di Turki sudah sangat signifikan dibanding tahun 90an. Nah, diantara banyak universitas-universitas yang telah membuka jurusan islamic Theology ini universitas mana saja yang tergolong baik dalam jurusan islamic Studies nya ? Saya akan ringkas beberapa kampus yang memiliki jurusan ilahiyat terbaik di Turki. Berikut ulasannya :                   1.        Marmara University Marmara University merupakan salah satu kampus yang memiliki jurusan Islamic Theology yang bagus. Untuk di Turki sendi...

Tentang Rasisnya Orang Turki

Orang Turki merupakan orang yang sangat nasionalis. Mereka sangat mencintai tanah air mereka, daerah mereka dan tentunya kebudayaan mereka. Maka kalau di Turki kita pasti akan bisa melihat bendera mereka berkibar-kibar di sepanjang jalan. Dimanapun pasti banyak bendera merah bergambar bulan bintang putih itu didikibarkan. Namun sayang sekali, dengan nasionalisme yang tinggi ini pula mereka sangat rasis dengan kelompok atau negara lain. Inilah yang terkadang membuat kita (orang Indonesia) disini sedikit kurang suka dengan kelakuan mereka, apalagi jika sudah mulai membahas tentang isu-isu kedaerahan, ras dan golongan. Saya akan menceritakan 4 pengalaman yang pernah terjadi pada saya tentang rasisnya orang Turki ini. 1. Pakai Bahasa Turki Dong ! Waktu itu saya bersama dua orang teman sedang belajar di sebuah kafe di tengah kota Ankara. Kami belajar dengan menggunakan bahasa Indonesia. Karena kami semua adalah orang Indonesia, jadi kita memakai bahasa Indonesia ketika beric...

Berita-berita Tribunnews Adalah Clickbait, Apa Benar ?

Peserta Pelatihan Sedang Mendengarkan Presentasi Tentang Pelanggaran Pers (19/6/2019) Tribunnews mengadakan acara pelatihan untuk reporter baru bertema “kode etik jurnalistik” rabu (19/6/2019). Acara yang diisi oleh Febby Mahendra Putra, seorang wartawan senior sekaligus pengacara untuk Tribunnews tersebut dihadiri oleh 70 orang reporter baru. Acara tersebut diadakan di kantor Tribunnews Solo, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam penyampaiannya, Febby menjelaskan tentang aturan dan hukum dalam penulisan pers. Febby menjelaskan tentang pasal-pasal yang mengikat pers, aturan penulisan pers dan dewan pers serta membagikan contoh kasus dari media Tribunnews yang merupakan pelanggaran pers. Contoh pelanggaran pers yang disampaikan bermacam-macam, mulai dari mengandur unsur SARA, kekerasan, vulgar atau sensualitas hingga clickbait yang selama ini sangat populer. Dari macam-macam jenis pelanggaran yang ada, banyak sekali ditemuklan pelanggaran jenis clickbait...