Skip to main content

Refleksi 100 Hari Saya di Turki

"Sizin için daha calişkan en önemli." Uh, saya menghela napas panjang. Sepertinya pelajaran bahasa turki akan semakin ribet, berjubel, dan tak berkesudahan. Perkataan hoca (guru) saya itu terus terngiang-ngiang. "Untuk kalian lebih rajin itu yang paling penting." Ya, memang benar, setiap kita naik pada level yang lebih tinggi maka pelajaran yang kita terimapun semakin sulit. Dan itu memang sebuah hal yang lazim. Saya pun ketika terngiang perkataan itu hanya diam sembari mengelus dada "Sabır ol. Sabar ! Masih ada kesempatan untuk menjadi lebih baik". Aku baru menyadari sesuatu ketika aku melihat kalender, sekarang tanggal 13 Januari ya ?. Oh Berarti saya tepat 100 hari berada tiba di turki. Maka tak heran jika saya ingin menulis sebuah catatan mengenai 100 hari yang pernah berlalu di Ankara, 100 hari yang mengawali perjalanan panjang saya di bumi impian ini, Turki.

Jakarta, 6 September 2013
Disaat mengurus visa di embassy Turki

Jakarta, 9 September 2013
Mengambil visa, karena di PHP in embassy (Foto di depan jalan embassy Turki)

Di dalam Pesawat Turkish Airlines, 2 Oktober 2013
Hanya bersama seorang teman
Ankara, 4 Oktober 2013
Sehari yang lalu sampai di Ankara, dan ternyata memasuki musim gugur

Asrama Tahsin Baguoglu, 4 Oktober 2013'Berbahagialah engkau, karena sekarang kau isa melihat dunia' 


Jalan menuju TOMER, 30 Oktober 2013Tenyata menumpangi bis Tua Ankara

Ego Otobusu 530, 31 Oktober 2013
Kemarin bus tua, sekarang bus baru. Hampir sebulan di Ankara

Kampus TOMER, 1 November 2013Benar-benar bersykur karena belajar bahasa adalah cara untuk menjadi penuturnya

Jalan Di depan Asrama, 8 November 2013
Cok kalabalik, Padat ya !! Tak ada motor disini

Kelas TOMER, 8 November 2013
Go to A2
Asrama Tahsin, 10 November 2013Daun benar-benar menguning, musim gugur segera habis


Taman Asrama, 10 November 2013
Benar-benar berguguran. See it now !



Taman Asrama, 12 Desember 2013
Aaaa, Kar yagmis. First snow. My ice dormitory

Jalan Asrama, 12 Desember 2013
Benar-benar melihat salju, Winter is comming !


Jalan ke KBRI, 4 Januari 2014
New year and I see you Atakule Tower

Taman Asrama, 4 Januari 2014
Daunnya habis karena kedinginan. Dinginnya benar-benar menusuk -7

Senja di Asrama, 6 Januari 2014
Senja tahun baru, dan menambah semangat hidupku




Kamar lamaku, 13 Januari 2014
I found you fall, and now i wanna fall like you
Daun 100 hari yang lalu tak seperti ini. Kemudian setelah 100 hari
menjadi seperti ini
Seratus hari bukanlah waktu yang sedikit memang, karena dalam seratus hari itu ada sebuah kehidupan. Kehidupan yang terus berjalan tanpa mengenal lelah. Pun dengan 100 hari pertama saya di Turki, rasa-rasanya baru lewat beberpa hari saja saya disini. Namun di seratus hari itu aku banyak mengerti sebuah pentingnya waktu. Yaitu waktu untuk beradaptasi, belajar bahasa, tata krama, bersosialisasi, bermuamalah, dan mengenal seluk beluk Ankara.

Saya masih ingat sekali, ketika saya harus bersusah payah datang ke jakarta untuk membuat visa. Dan kemudian waktu itu saya harus menunggu sekitar 5 hari karena ada sedikit masalah. Kemudian saya harus benar-benar bersabar menunggu datangnya konfirmasi e-ticket saya yang bermasalah hingga saya harus terpontang-panting bersama keluarga saya untuk tinggal di Jakarta. Tapi itu bukanlah sebuah masalah yang perlu di sesali, karena di setiap masalah pasti ada hikmahnya. Dan hikmah dari itu semua adalah arti kesabaran dan tak tergesa-gesa. Saya jadi ingat kemarin saat menonton film 'cinta suci zahrana'. Bahwa si zahrana bilang kalau melakukan sesuatu jangan dengan tergesa-gesa. Ia menukil hadits dari Nabi tentang tergesa-gesa itu datangnya dari syeitan.

Kembali tentang seratus hari saya di Ankara. Kehidupan itu bukanlah sebuah alur yang endingnya lama. Tapi ia seperti film menitan yang ketika dimulai akan segera berakhir. Menikmati seratus hari di kota yang dulunya tak sempat terpikirkan seperti sebuah mimpi yang tak bisa di bangun tidurkan. Ia seperti manisnya baklava yang sangat tak bisa diungkapkan, bahkan menikmati seratus hari ini juga seperti menikmati mie cina yang secicip-secicip tak mau meninggalkan seheleai mie pun. Saya ingin mengutip sebuah pesan guru besar Imam Syafi'i rahimahullah "Berpeluhlah engkau dalam segala upaya dan usaha. Karena lezatnya kehidupan baru terasa setelah engkau merasakan payah dan peluh dalam berusaha". Dan itu memang sangat benar, merasakan seratus hari saya disini seperti merasakan air dingin ketika dahaga di siang yang panas.

Dan dalam seratus hari ini banyak refleksi yang perlu saya lakukan untuk memperbaiki kehidupan. Seperti yang saya tulis di paragraf pertama. Masih banyak waktu 4 lebih lagi disini untuk memperbaiki. Memperbaiki kekurangan, kesalahan maupun kekhilafan yang masih sering saya lakukan. Bismillahi tawakkaltu 'alaLLah. Dan hanya kepada Allah lah saya bertawakkal. Semangat bagi kita semua. 

100 Hari di turki / Ankara. 13-1-2014
21.12

Comments

selamat ya Faried .. semoga hari-hari yang kamu lalui di tanah impian ...menjadikan kamu lebih dewasa...dan semakin mendapatkan ilmu yag bermanfaat untuk kehidupan .
Amiin, Mohon doa nya ya pak. Semoga keluarga di indo juga diberi sehat selalu, Amiin.

Popular posts from this blog

UNIVERSITAS DENGAN JURUSAN ISLAMIC STUDIES TERBAIK DI TURKI

Turki memang masih merupakan negara sekuler, namun perkembangan islam juga begitu pesat disini. Bahkan sudah banyak sekali universitas-universitas di Turki yang membuka jurusan islamic theology atau dalam bahasa Turki nya jurusan ilahiyat. Sampai saat ini tercatat ada 84 Fakultas ilahiyat yang sudah dibuka di Turki, walaupun baru 46 yang dibuka untuk menerima murid baru. Ini membuktikan bahwa geliat belajar islam di Turki sudah sangat signifikan dibanding tahun 90an. Nah, diantara banyak universitas-universitas yang telah membuka jurusan islamic Theology ini universitas mana saja yang tergolong baik dalam jurusan islamic Studies nya ? Saya akan ringkas beberapa kampus yang memiliki jurusan ilahiyat terbaik di Turki. Berikut ulasannya :                   1.        Marmara University Marmara University merupakan salah satu kampus yang memiliki jurusan Islamic Theology yang bagus. Untuk di Turki sendi...

Tentang Rasisnya Orang Turki

Orang Turki merupakan orang yang sangat nasionalis. Mereka sangat mencintai tanah air mereka, daerah mereka dan tentunya kebudayaan mereka. Maka kalau di Turki kita pasti akan bisa melihat bendera mereka berkibar-kibar di sepanjang jalan. Dimanapun pasti banyak bendera merah bergambar bulan bintang putih itu didikibarkan. Namun sayang sekali, dengan nasionalisme yang tinggi ini pula mereka sangat rasis dengan kelompok atau negara lain. Inilah yang terkadang membuat kita (orang Indonesia) disini sedikit kurang suka dengan kelakuan mereka, apalagi jika sudah mulai membahas tentang isu-isu kedaerahan, ras dan golongan. Saya akan menceritakan 4 pengalaman yang pernah terjadi pada saya tentang rasisnya orang Turki ini. 1. Pakai Bahasa Turki Dong ! Waktu itu saya bersama dua orang teman sedang belajar di sebuah kafe di tengah kota Ankara. Kami belajar dengan menggunakan bahasa Indonesia. Karena kami semua adalah orang Indonesia, jadi kita memakai bahasa Indonesia ketika beric...

Berita-berita Tribunnews Adalah Clickbait, Apa Benar ?

Peserta Pelatihan Sedang Mendengarkan Presentasi Tentang Pelanggaran Pers (19/6/2019) Tribunnews mengadakan acara pelatihan untuk reporter baru bertema “kode etik jurnalistik” rabu (19/6/2019). Acara yang diisi oleh Febby Mahendra Putra, seorang wartawan senior sekaligus pengacara untuk Tribunnews tersebut dihadiri oleh 70 orang reporter baru. Acara tersebut diadakan di kantor Tribunnews Solo, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam penyampaiannya, Febby menjelaskan tentang aturan dan hukum dalam penulisan pers. Febby menjelaskan tentang pasal-pasal yang mengikat pers, aturan penulisan pers dan dewan pers serta membagikan contoh kasus dari media Tribunnews yang merupakan pelanggaran pers. Contoh pelanggaran pers yang disampaikan bermacam-macam, mulai dari mengandur unsur SARA, kekerasan, vulgar atau sensualitas hingga clickbait yang selama ini sangat populer. Dari macam-macam jenis pelanggaran yang ada, banyak sekali ditemuklan pelanggaran jenis clickbait...