Skip to main content

Nawaitu, # Niat Engsun

Sudah seminggu mungkin ya blog ini tak terisi entri baru. Yaps, sebab cari sebab karena ditangan saya ternyata ada hape baru, haha. Jadi ternyata aktivitas menulis saya tergadaikan dengan aksi touch hape baru. Tapi tak mengapa, karena selain kesibukan baru yaitu touch-touch kesibukan saya bertambah lagi. Apalagi kalau bukan bertambah giat belajar. Why ? Karena teman-teman sekelas TOMER baru ini memiliki kemampuan yang rata-rata diatas saya, hingga saya harus jungkir balik, gulung-gulung dan berlarian mengejar ketertinggalan. Makanya aktivitas menulis di blog sedikit berkurang. Uh,

Malam ini sepertinya badanku terasa agak pegal, setelah menyelesaikan film KCB 1 dan 2 dari sore hingga malam tiba-tiba terasa penat. Nyeri di tangan kananku masih agak terasa, semenjak hari rabu kemarin ODTU, universitas termashur di Turki dan bermain badminton beberapa jam. Tangan saya nyeri, sepertinya karena memang saya sudah lama sekali tak memegang raket.

Hari-hari dibulan baru dan tahun baru mulai terlewati, itu melengkapi semua adaptasi saya disini, Turki. Dan sekarang lengkaplah sudah saya merasa bahwa Turki adalah negara saya kedua. Atau sering saya sebut dengan Negara angkat saya. Ketika saya harus berbakti pada negeri ini, dengan mampu belajar dengan baik disini. Baik itu belajar di kuliah ataupun belajar tentang arti hidup. Its okey, kenapa saya memang harus menaruh bakti pada negeri di ujung benua ini. Bahwa siapa yang membiayai saya hidup disini ? Bukan kah mereka pemiliki kuasa di negeri anggun ini ? Maka sangat tepat jika saya harus merefresh niat saya lagi, nawaitu, niat engsun. Bismillah, saya belajar untuk negeri ini, dan untuk negeri kandung saya, Endonezya.

Tulisan ini sepertinya tak bisa dikatakan mengarah pada satu tujuan ? Arrgh, saya mulai jenuh dalam tulisan seperti ini. Yang sejatinya ingin menulis lebih, namun tiba-tiba pikiran saya kosong. Mungkin dilain kesempatan inspirasi akan datang lagi. Oke, semangat buat kita semua....

Salam dinginnya Ankara, Turkey. 23:03
10-01-2014


Comments

Popular posts from this blog

UNIVERSITAS DENGAN JURUSAN ISLAMIC STUDIES TERBAIK DI TURKI

Turki memang masih merupakan negara sekuler, namun perkembangan islam juga begitu pesat disini. Bahkan sudah banyak sekali universitas-universitas di Turki yang membuka jurusan islamic theology atau dalam bahasa Turki nya jurusan ilahiyat. Sampai saat ini tercatat ada 84 Fakultas ilahiyat yang sudah dibuka di Turki, walaupun baru 46 yang dibuka untuk menerima murid baru. Ini membuktikan bahwa geliat belajar islam di Turki sudah sangat signifikan dibanding tahun 90an. Nah, diantara banyak universitas-universitas yang telah membuka jurusan islamic Theology ini universitas mana saja yang tergolong baik dalam jurusan islamic Studies nya ? Saya akan ringkas beberapa kampus yang memiliki jurusan ilahiyat terbaik di Turki. Berikut ulasannya :                   1.        Marmara University Marmara University merupakan salah satu kampus yang memiliki jurusan Islamic Theology yang bagus. Untuk di Turki sendi...

Tentang Rasisnya Orang Turki

Orang Turki merupakan orang yang sangat nasionalis. Mereka sangat mencintai tanah air mereka, daerah mereka dan tentunya kebudayaan mereka. Maka kalau di Turki kita pasti akan bisa melihat bendera mereka berkibar-kibar di sepanjang jalan. Dimanapun pasti banyak bendera merah bergambar bulan bintang putih itu didikibarkan. Namun sayang sekali, dengan nasionalisme yang tinggi ini pula mereka sangat rasis dengan kelompok atau negara lain. Inilah yang terkadang membuat kita (orang Indonesia) disini sedikit kurang suka dengan kelakuan mereka, apalagi jika sudah mulai membahas tentang isu-isu kedaerahan, ras dan golongan. Saya akan menceritakan 4 pengalaman yang pernah terjadi pada saya tentang rasisnya orang Turki ini. 1. Pakai Bahasa Turki Dong ! Waktu itu saya bersama dua orang teman sedang belajar di sebuah kafe di tengah kota Ankara. Kami belajar dengan menggunakan bahasa Indonesia. Karena kami semua adalah orang Indonesia, jadi kita memakai bahasa Indonesia ketika beric...

Berita-berita Tribunnews Adalah Clickbait, Apa Benar ?

Peserta Pelatihan Sedang Mendengarkan Presentasi Tentang Pelanggaran Pers (19/6/2019) Tribunnews mengadakan acara pelatihan untuk reporter baru bertema “kode etik jurnalistik” rabu (19/6/2019). Acara yang diisi oleh Febby Mahendra Putra, seorang wartawan senior sekaligus pengacara untuk Tribunnews tersebut dihadiri oleh 70 orang reporter baru. Acara tersebut diadakan di kantor Tribunnews Solo, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam penyampaiannya, Febby menjelaskan tentang aturan dan hukum dalam penulisan pers. Febby menjelaskan tentang pasal-pasal yang mengikat pers, aturan penulisan pers dan dewan pers serta membagikan contoh kasus dari media Tribunnews yang merupakan pelanggaran pers. Contoh pelanggaran pers yang disampaikan bermacam-macam, mulai dari mengandur unsur SARA, kekerasan, vulgar atau sensualitas hingga clickbait yang selama ini sangat populer. Dari macam-macam jenis pelanggaran yang ada, banyak sekali ditemuklan pelanggaran jenis clickbait...