Skip to main content

Posts

Saya Berjodoh dengan MAPK

Foto Wisuda Kelas XII PK Pa 2013 "Semoga Kita semua masih kuat dalam ukhuwah dan sukses, Amiin" Waktu itu bagaikan sebuah pedang. Pedang yang akan menebas siapapun yang meremehkannya. Dan Pedang bagi siapa yang mampu menggunakannya. 3 Tahun yang lalu, saya masih duduk di kelas satu MAPK. Madrasah Aliyah Program Keagamaan. Sebuah sekolah yang namanya tak banyak di dengar oleh telinga masyarakat. Namun sebenarnya sekolah ini adalah sebuah sekolah kehidupan yang namanya tetap terpatri oleh para Alumnusnya. Ya, tepat di bulan juni kemarin saya dinyatakan sudah menjadi alumnus di sekolah tersebut. Saya masih ingat betul perjalanan saya di waktu kelas satu. Kelas pertama yang haru mulai membiasakan bahasa arab di setiap materi keagamaan. Saya harus memeras otak lebih ketika mengahadapi ujian semester untuk menghafal definisi, poin-poin penting dan lainnya. Sekali lagi saya masih ingat ketika pikiran kami harus benar-benar kami mantapkan untuk KEAGAMAAN. Hati say...

Bukan Soal Ini, Tapi Tentang Itu

Pagi Ini bukan Soal dingin, ataupun hujan. Tetapi tentang sebuah pengorbanan dan perjuangan. Hidup di negara orang, utamanya di negara yang sangat beda jauh dengan tanah air bukanlah sebuah perkara yang mudah. Penyesuaian atau yang sering dikenal dengan adaptasi merupakan hal mutlak agar kita bisa sesegera mungkin betah untuk tinggal di negara itu. Itulah yang kurasakan 2 Minggu di sini, di Ankara, Turki. 2 minggu memang waktu yang tergolong singkat, namun 2 minggu itu pula kesempatan saya untuk beradaptasi termasuk luas. Dan sekarang, sekarang disaat saya menulis noktah mungil ini, saya sudah merasa begitu akrab, dan mulai sedikit demi sedikit betah untuk berlama-lama di sini. Tinggal disini menurutku adalah sebuah mukjiat yang Allah berikan bagi saya. Saya jadi teringat ketika waktu itu saya begitu galau. Galau dan dilema, disaat teman-teman saya sudah mulai mendaftarkan diri mereka di Universitas-universitas elit di seluruh penjuru tanah air melalui jalur undangan. Dan ...

Tegar Dengan Rencana Saya

Foto di pelataran Masjid Hacii Bayram, Ankara Dan melihat kota Ankara dari atas, karena masjid ini tepat berada di Atas bukit Teropong ini bagaikan sebuah rencana, ya, rencana bagi saya untuk melihat masa depan saya di sini, di turki. Sungguh, di depan sana medan begitu terjal. Langit biru pun hanya bisa membisu dengan siluet khasnya. Tak bisa membantu saya walau hanya memberi gambaran lugunya. Pun gedung menjulang tinggi yang kadang bisa saja mengahalangi pandangan saya. Nampaknya teropong ini tak mampu untuk menembusnya. Makanya saya juga perlu cek place and condition. Tak cukup hanya sebuah rencana tanpa usaha. Malam yang diiringi hujan rintik-rintik ini mungkin akan membuat saya tegar. #Tegar dengan rencana saya. Tahsin Banguoglu Yurdu 21-04 17.10.2013

Mabit Idul Adha di Ankara

Siang itu (14.10.2013) ankara tidak begitu dingin, angin hanya berhembus sepoi-sepoi, dan sinar matahari yang begitu terik cukup membuat badan hangat walau tanpa berbalut jaket ataupun sweter. Tapi, kalaupun saya tetap saja dingin gak dingin, matahari bersinar terik atau mendung di atas langit masih saja harus mengenakan jaket, biasalah, kondisi tubuh saya masih begitu riskan, dan ini masih tahap penyesuaian (adaptasi). Hari ini hari 9 Dhulhijjah, disaat para jemaah haji mulai bermunajah di padang arafah, dan kita yang tidak berhaji disunahkan berpuasa untuk juga merasakan keletihan para jemaah haji disana, dan juga sebagai penghapus dosa setaun yang lalu. Siang itu kami tahsiner meluncur cepat untuk menghadiri acara buka bersama di salah seorang keluarga Indonesia di daerah 100 yil (yuz yil). Ya, acara tersebut di selenggarakan oleh LKSMIT (Lembaga Kajian Sosial Masyarakat Indonesia Turki) di Ankara. Sore itu kebetulan yang mengisi kajian adalah tahsiners juga yang mengambil dok...

Semangat Menjalani Hidup di Penjara Dunia

Semangat, Kata itulah yang terngiang di penjuru rogga kepalaku ketika ku mulai membuka laptop jadul ini, memutar lagu maher zein yang berbahasa Turki berjudul “ Ma şa a llah ” . Dan mungkin itu juga yang seharusnya ku ucapkan, Masya Allah, sekarang kita sudah berada di penghujung bulan september dan sudah mulai memasuki akhir bulan Dulqo’dah. Itu berarti segera memasuki musim haji, musim kurban dan musim penghujung tahun Hijriyah untuk taun ini.             Sudah sepantasnya bagi seorang hamba yang masih di berikan umur sampai saat ini untuk selalu bersyukur. Mensyukuri karunia dan rahmat yang telah diberikan Penguasa seluruh alam kepada kita. Hingga saat inipun kita masih bisa bernapas, masih bisa galau, masih bisa senang, susah. Walaupun menjalani kehidupan itu memang sungguh susah. Terutama bagi seorang mu’min yang taat, dunia bak penjara yang menelantarkannya, gelap, sunyi, seram, kejam dan lainnya. Seperti yang pernah dikata...

Kalkulasi Saja Kok

Lama sekali jari ini tak melentik-lentik mengurai segala pikiran yang kadang bak benang yang saling terikat . Terkadang menulis bak sebuah solusi tersendiri yang nyaman juga untuk mempertipis akar masalah. Hanya mempertipis, tak lebih. Hari berlalu begitu cepatnya, sekarang sudah mulai masuk 10 hari terakhir bulan syawal. Itu tandanya ramadhan akan semakin jauh, bulan peningkatan akan segera berlalu, dan hari-hari kedepan akan segera menjelang bulan haji-bulan berkurban. Hloh, malah sampe kesana.. #keluar topik nih. Maaf J Oh iya, tulisan ini akan sedikit mengurangi beban pikiran yg terus berpendar pendar di otak ku, meloncat, meletup letup di ubun ubun kepala,, hahaha. Setelah 5 hari yang lalu, tepatnya tanggal 24 Agustus 2013 (hari yang bersejarah bagiku) mendapat E-mail lolos beasiswa S1 di turki, saat ini kondisiku sudah mulai membaik (hloh, kaya orang sakit), maksudnya sekarang sudah gak terlalu sibuk lagi, kesana kemari ngurus berkas, tiket dll. Dan akhirnya bisa nulis ...

Sharing Sembari Menunggu

Bismillah, Jemari ini mulai melaju perlahan. Merangkai kata demi kata. #ah lebay :p Malam ini aku ingin menuliskan sesuatu, tentang sebuah kegalauan yang melanda para calon penerima beasiswa pemerintah turki taun 2013 ini, InsyaAllah, Amiin. Kalau saya bisa katakan, beasiswa dari pemerintah turki ini tergolong sangat unik ya. Mulai dari proses apply data, hingga menjelang detik2 final result. Kenapa ya aku bis a berpikir seperti itu ? entahlah. Tapi berikut beberapa alasan yang bis a ku utarakan, kenapa beasiswa YTB (pemerintah turki) tergolong beasiswa yang unik :  1. Yang paling awal dan cukup unik ialah, Proses apply data tergolong sangat gampang dan simple, tak seperti apply di beasiswa lainnya. Pun syarat-syarat nya tergolong mudah di lengkapi. Dan kita tak harus ribet membuat essay atau semacam opini berbelit beribu ribu karakter ataupun spasi. Hoho, hanya butuh beberapa tulisan dan pertanyaannya pun simple banget. Alhasil dengan google tarjim pun bis a de...