Skip to main content

Kalkulasi Saja Kok


Lama sekali jari ini tak melentik-lentik mengurai segala pikiran yang kadang bak benang yang saling terikat. Terkadang menulis bak sebuah solusi tersendiri yang nyaman juga untuk mempertipis akar masalah. Hanya mempertipis, tak lebih.
Hari berlalu begitu cepatnya, sekarang sudah mulai masuk 10 hari terakhir bulan syawal. Itu tandanya ramadhan akan semakin jauh, bulan peningkatan akan segera berlalu, dan hari-hari kedepan akan segera menjelang bulan haji-bulan berkurban. Hloh, malah sampe kesana.. #keluar topik nih. Maaf J
Oh iya, tulisan ini akan sedikit mengurangi beban pikiran yg terus berpendar pendar di otak ku, meloncat, meletup letup di ubun ubun kepala,, hahaha. Setelah 5 hari yang lalu, tepatnya tanggal 24 Agustus 2013 (hari yang bersejarah bagiku) mendapat E-mail lolos beasiswa S1 di turki, saat ini kondisiku sudah mulai membaik (hloh, kaya orang sakit), maksudnya sekarang sudah gak terlalu sibuk lagi, kesana kemari ngurus berkas, tiket dll. Dan akhirnya bisa nulis lagi. Hehe,,
Karena 3 hari yang lalu aku harus kesan kemari, ngurus paspor dan healt report dll . Tepatnya di hari senin kemarin aku harus ikut nimbrung antri panjang di kantor imigrasi kota Surakarta. Ngurus per-pasport-an, nah itulah aku pertamanya ngurus yang namanya Passport, hehe. #ndeso L, dan ternyata yang kubaca di google tidak semuanya benar. Mungkin yang kubaca itu artikel pembuat paspor bertahun2 yang lalu di kota solo. Dan prosesnya pun terhitung agak lama ya, tak seperti di blog orang yang kubaca itu.
Dan yang baru kutau, kalo petugas-petugas di kantor imigrasi ini tergolong petugas (orang2) yang sinis, ribet, dan penuh dengan su’udhon sekaligus berjubel pertanyaan yang (kadang) agak diskriminatif. Sedih pol deh pokoknya. Senin itu aku berangkat bersama orang tua ku sekitar pukul setengah 9. Dan mungkin hanya butuh 15-20 menit untuk menjangkau kantor imigrasi, karena jarak lumayan dekat di Colomadu. Sampe disana ternyata map dll gratis (padahal di blog itu tertulis bayar sampe 10 ribu) –alhamdulillah- sekarang gratis manis. Setelah antri lama dan ternyata nomor2 antrian sebelumku gak ada orangnya, sekarang giliranku ngumpulin berkas. Di situ mulai deh di kroscek di interogasi, ah,, kaya gak percaya’an ma kita gitu. Hem,, selesai dan di beri kertas bertuliskan jadwal poto dan interview. Tepat hari ini (sebenarnya) tapi setelah ngobrol dan mohon dengan begitu melas L akhirnya jadwal di aju’in hari rabu kemarin. Biar segera jadi, karena aku juga di kejar deadline buat visa di embassy sampe tanggal 6 september i jhe. Setelah itu langsung  otw ke RS Moewardi Solo, untuk medical cek up. Sudah banyak kubaca juga di blog orang, ntar ada pilihan paket2 gitu.
Setelah sampe, muter2 kesana kemari untuk nyari kantor medical cek up, dan ternyata di ruang VIP lantai 2. Setelah itu ngobrol ke petugasnya kalo mau medical cek up,  bla bla bla. Kata dia ntar milih paket LN saja, sekitar 304.500,- wah mahal bgt, (mending yang biasa ajah). Besok baru suruh kembali, karena jam 12 kantor sudah tutup. Ah,,
Hari kedua, Selasa langsung menuju RS moewardi di jebres sana. Lalu mendaftar dan aku milih paket yang biasa saja, gak terlalu mahal. Dapetnya Rp. 94.000,- Ya udah, hari itu kulalui rangkaian medical cek up sederhana ; hanya fisik, penyakit dalam, dan mata. Setelah selesai, alhamdulillah hasil langsung jadi tepat di hari itu juga. Dan formnya pun sudah dalam english dan disana sudah tertulis “recomended to study aboard in Turkey”. Yes, petugasnya ngerti’in banget ya, (walau sebenarnya, aku yang minta form yang kaya gitu).
Hari ketiga, Hari rabu pagi ini mendapat jadwal poto n interview tepat pukul 8. Jadi gak bisa lama2 di depan laptop. Ah ya wes, sarapan, mandi and let’s go. Dan tak kulupa membawa berkas asli untuk ntar di cek. Setelah nunggu agak sedikit lama, akhirnya di panggil untuk bayar, Rp. 255.000,- setelah itu baru foto, lalu nunggu sebentar lanjut interview. Sembari menunggu interview ternyata di sana juga ada salah satu guruku, pengajar kaligrafi yang juga katanya ada jadwal poto, beliau mau buat paspor untuk umrah, (tak kira untuk event internasional, semacam seminar, lomba untuk kaligrafi, hehee)
Dipanggil deh buat interview, Interviewnya pun sangat tak menyenangkan, apa2 di salahkan di kritisi, ah.. sampe tanda tangan pun di komentari. Dasar petugasnya, :p alhamdulillah, setelah melalui banyak pertanyaan, sampe suruh ngomong pake english sama arabic juga, petugasnya ngasih jadwal untuk pengambilan paspor. Jatuh di hari selasa, 3 september. Ya udah, manut ajah, lagian ntar juga masih ada waktu untuk visa, karena visa maksimal tanggal 6 september.
Setelah pulang kerumah aku harus mulai lagi nyari tiket L, dan online pun gagal booking tiket, akhirnya nyari di indomart terdekat di daerah kliwonan, eh,, ternyata kata mbak dan mas kasirnya, sistemnya lagi rusak. langsung deh OTW ke ngemplak, di alfamart, YaAllah, pas udah lagi proses boking katanya gagal, di coba lagi gagal. Wah,, sedikit ke selatan deh, akhirnya nemu indomart, alhamdulillah bisa, dan disana ketemu dengan petugas karsir di kliwonan tadi, (wah kalau tau bareng ajah jane mas J )
Alhamdulillah dapet tiket tanggal 3 september, selasa malem. Eksekutif habis uang Rp. 357.500,- Ya Allah,, ngeluarin uang terus. Oh ya lupa, bahwa kemarin2 aku juga udah dapet sworn translator di Jakarta, alhamdulillah Beliau orangnya islami banget dan ramah. Dan kata beliau hari kamis ini ( hari saat aku menulis ini) InsyaAllah sampe di alamat yang ku kasih. Kantor milik bulek ku, di Ngemplak juga. Dan kemarin nransfer uang ke beliau Rp. 280.000,- (250 ribu untuk 5lbr hasil jadi translete –per @ 50rb- dan 30 ribu ongkos kirim jakarta ke alamat yang ku kasih)
Alhamdulillah, sekarang tinggal nunggu sampainya berkas translete sama jadinya pasport. Tak sambi juga ngisi form untuk visa sama agreement. Dan rencana besok atau lusa adalah foto untuk Visa dan untuk di turki nanti. []

*Semangat juga ya J yang lagi ngeluarin banyak duit untuk menggapai impian di tanah Ustmani* -Karena semuanya akan kembali kepada kita sendiri kok, jadi jangan segan ngeluarin uang, karena apa yang nanti akan kita raih nanti, semuanya juga butuh pengorbanan-

CC : Ibuk ku tersayang, aku menulis ini karena engkau menyuruhku menghitung semua pengeluaran yang di butuhkan sampai keberangkatan nanti. Aku akan tetep menulis rangkaian nya InsyaAllah. J dan mencoba share ke temen2.. Baik yang sudah kuliah di Indo sendiri, yang aboard maupun yang juga masih berusaha untuk mendapatkan kesempatan sama sepertiku (InsyaAllah), STUDY ABOAD.



Kamis, hari kosong, 29 agustus 2013. Setelah shalat dhuha sampe lantunan adzan dhuhur,,,

Comments

Popular posts from this blog

UNIVERSITAS DENGAN JURUSAN ISLAMIC STUDIES TERBAIK DI TURKI

Turki memang masih merupakan negara sekuler, namun perkembangan islam juga begitu pesat disini. Bahkan sudah banyak sekali universitas-universitas di Turki yang membuka jurusan islamic theology atau dalam bahasa Turki nya jurusan ilahiyat. Sampai saat ini tercatat ada 84 Fakultas ilahiyat yang sudah dibuka di Turki, walaupun baru 46 yang dibuka untuk menerima murid baru. Ini membuktikan bahwa geliat belajar islam di Turki sudah sangat signifikan dibanding tahun 90an. Nah, diantara banyak universitas-universitas yang telah membuka jurusan islamic Theology ini universitas mana saja yang tergolong baik dalam jurusan islamic Studies nya ? Saya akan ringkas beberapa kampus yang memiliki jurusan ilahiyat terbaik di Turki. Berikut ulasannya :                   1.        Marmara University Marmara University merupakan salah satu kampus yang memiliki jurusan Islamic Theology yang bagus. Untuk di Turki sendi...

Tentang Rasisnya Orang Turki

Orang Turki merupakan orang yang sangat nasionalis. Mereka sangat mencintai tanah air mereka, daerah mereka dan tentunya kebudayaan mereka. Maka kalau di Turki kita pasti akan bisa melihat bendera mereka berkibar-kibar di sepanjang jalan. Dimanapun pasti banyak bendera merah bergambar bulan bintang putih itu didikibarkan. Namun sayang sekali, dengan nasionalisme yang tinggi ini pula mereka sangat rasis dengan kelompok atau negara lain. Inilah yang terkadang membuat kita (orang Indonesia) disini sedikit kurang suka dengan kelakuan mereka, apalagi jika sudah mulai membahas tentang isu-isu kedaerahan, ras dan golongan. Saya akan menceritakan 4 pengalaman yang pernah terjadi pada saya tentang rasisnya orang Turki ini. 1. Pakai Bahasa Turki Dong ! Waktu itu saya bersama dua orang teman sedang belajar di sebuah kafe di tengah kota Ankara. Kami belajar dengan menggunakan bahasa Indonesia. Karena kami semua adalah orang Indonesia, jadi kita memakai bahasa Indonesia ketika beric...

Berita-berita Tribunnews Adalah Clickbait, Apa Benar ?

Peserta Pelatihan Sedang Mendengarkan Presentasi Tentang Pelanggaran Pers (19/6/2019) Tribunnews mengadakan acara pelatihan untuk reporter baru bertema “kode etik jurnalistik” rabu (19/6/2019). Acara yang diisi oleh Febby Mahendra Putra, seorang wartawan senior sekaligus pengacara untuk Tribunnews tersebut dihadiri oleh 70 orang reporter baru. Acara tersebut diadakan di kantor Tribunnews Solo, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam penyampaiannya, Febby menjelaskan tentang aturan dan hukum dalam penulisan pers. Febby menjelaskan tentang pasal-pasal yang mengikat pers, aturan penulisan pers dan dewan pers serta membagikan contoh kasus dari media Tribunnews yang merupakan pelanggaran pers. Contoh pelanggaran pers yang disampaikan bermacam-macam, mulai dari mengandur unsur SARA, kekerasan, vulgar atau sensualitas hingga clickbait yang selama ini sangat populer. Dari macam-macam jenis pelanggaran yang ada, banyak sekali ditemuklan pelanggaran jenis clickbait...