Skip to main content

#Perjuangan 1 #Merubah Jurusan Berbahasa Turki

Ternyata lama gak nulis di blog itu rasanya risih juga ya. Antara dilema banget apakah mau terus kosong tanpa tulisan baru atau nulis baru tapi tema-tema yang mau di tulis sepertinya udah basi. Bukan basi sih, tapi udah kelewat jaman saja. Nah, karena saya juga tergolong manusia yang akhir-akhir ini males banget ngisi tulisan di blog makanya untuk memulai ngeblog lagi rasanya aras-arasen kalo dalam bahasa jawa, alias ogah-ogahan.

Tulisan saya kali ini adalah tentang Perjuangan Ganti Jurusan di Ilahiyat. Bener-bener sebuah pengorbanan sehingga saya harus mengorbankan waktu summer saya untuk bolak balik ke kampus dan YTB untuk ngurus ini saja. Liat gambar di bawah ini



Nah, dari gambar itu udah jelas banget kalau sekarang saya sudah ganti jurusan dari yang sebelumnya Ilahiyat pake bahasa inggris menjadi yang pake bahasa Turki. Alasannya sih simpel, karena saya di Turki ingin mendalami literature berbahasa turki yang kaya akan sejarah, bukan yang berbahasa inggris. Makanya saya rela mengorbankan jurusan dalam bahasa Inggris ke Turki. Selain juga karna saya tak menguasai spenuhnya bahasa Inggris.

Jadi dulu ceritanya pas saya milih jurusan pada pendaftaran online YTB saya tak mengira kalau saya memilih jurusan Ilahiyat di Ankara yang berbahasa Inggris. Padahal saya gak berniat memilih yang berbahasa inggris. Liat saja nih form nya, tak ada bedanya mana yang inggris mana yang turki.

Makanya waktu itu saya tak bakal merencanakan kalau jurusan ilahiyatnya dalam bahasa Inggris. Nah, sesuai berjalannya tahap-tahap seleksi beasiswa termasuk wawancara dll saya biasa saja. Nah, ketika pengumuman saya membuka file PDF nya saya lolos YTB (Alhamdulillah girang banget) Di Ankara Univ jurusan Ilahiyat (Inggris) Hlo, perasaan saya tak memilih jurusan yang berbahasa inggris. Kok dapetnya itu ya ? *Agak nyesek dikit.



Tapi tak apalah, waktu itu saya langsung kontak mbak evi, mbak lale sama pengurus PPI Turki. Apakah ada kemungkinan untuk pindah ke bahasa Turki. Dan ternyata mbak lale nya juga pindah seperti saya, walupun beliaunya ke bahasa inggris dari turki. Tapi itu membuat saya lebih percaya diri untuk mengajukan surat pindah. Waktu itu pula saya langsung buat surat dan alasan-alasan saya untuk mengajukan pindah bahasa. Termasuk minta ridgo orang tua, karena orang tua juga lebih ridho jika saya belajar dalam bahasa turki saja.

Nah, ketika saya sampai Turki (Ankara) Sebelum mendaftar ke kampus, Alhamdulillah mbak Evi mengantarkan saya untuk menemui Dekan Fakultas untuk mengajukan pindah bahasa Tersebut, tapi Beliau menolak, katanya kalau mahasiswa asing biasanya kesulitan dalam belajar bahasa Turki Dan lebih baik jika dalam bahasa inggris. (Karna waktu itu bahasa turki saya juga bener-bener masih nol sekali). Lantas hal itu tak menyurutkan nyali untuk tetap merubah bahasa. Akhirnya saya waktu itu tetap meneruskan pendaftaran dalam bahasa inggris, dan tetap masuk untuk mengahadiri kelas Tomer. Dan rencana selanjutnya adalah mengajukan ke YTB. (Walaupun denger2 waktu itu imposible banget).

Sekitar bulan desember kalau tak salah, Saya ke YTB. Tentunya tetap di temani mbak Evi karna bahas turki saya masih dalam tahap merhaba nasilsin saja waktu itu. Kami ke YTB dan langsung membicarakan soal ini itu. Petugas YTB waktu itu agak kaget juga sebenarnya, karena kebanyakan anak2 mengajukan perpindahan bahasa dari Turki ke Inggris kenapa saya malah sebaliknya. Dan petugasnya juga bilang kemungkinan kecil untuk bisa. Tapi kami tetep mencoba menulis permohonan.

Setelah menunggu sekitar 2 bulan, (MashaAllah, itu sampe saya sudah tak tepikirkan pindah bahasa). Akhirnya bulan Februari ada mail masuk bahwa saya bisa pindah ilahiyat bahasa Turki. Waktu itu senengnya bukan main. Alhamdulillah. Dan ternyata perjuangan itu belum selesai...

*Perjuangan itu akan lanjut di Tulisan selanjutnya. Sudah terlalu panjang. Malah gak ada yang baca deh nanti :p

*Ankara menuju musim gugur yang indah. 070914

Comments

Popular posts from this blog

UNIVERSITAS DENGAN JURUSAN ISLAMIC STUDIES TERBAIK DI TURKI

Turki memang masih merupakan negara sekuler, namun perkembangan islam juga begitu pesat disini. Bahkan sudah banyak sekali universitas-universitas di Turki yang membuka jurusan islamic theology atau dalam bahasa Turki nya jurusan ilahiyat. Sampai saat ini tercatat ada 84 Fakultas ilahiyat yang sudah dibuka di Turki, walaupun baru 46 yang dibuka untuk menerima murid baru. Ini membuktikan bahwa geliat belajar islam di Turki sudah sangat signifikan dibanding tahun 90an. Nah, diantara banyak universitas-universitas yang telah membuka jurusan islamic Theology ini universitas mana saja yang tergolong baik dalam jurusan islamic Studies nya ? Saya akan ringkas beberapa kampus yang memiliki jurusan ilahiyat terbaik di Turki. Berikut ulasannya :                   1.        Marmara University Marmara University merupakan salah satu kampus yang memiliki jurusan Islamic Theology yang bagus. Untuk di Turki sendi...

Sepatah Bait Kerinduan Teruntuk Kalian

Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK) Solo *kampus sebelum di renovasi Beberapa hari ini, dinding facebook ku terpenuhi oleh kegalaun yang tertulis di status, foto, hingga komentar kawan lamaku. Siapa lagi kalau bukan kawan-kawan terbaik dari penjuru tanah Air pusaka, kalian kawan MAPK. Di berbagai status kalian itu terlihat sama, sama inti pembahasan galau. Apalagi kalau bukan soal kangen, ingin bertemu dan ingin kembali mengulang kenangan bersama. Entahlah, yang jelas itulah yang bisa aku garis bawahi untuk status alay itu. Dan sepertinya jemariku ingin berkata-kata dalam sebuah alunan bait kerinduan,  ' Kalian alay banget sih kawan :p sok merasa kangen ' Padahal kalian memang benar-benar kangen kan ? ' Kalian sok ingin bersama lagi ' Padahal memang sangat ingin bersama kembali kan ? ' Kalian sok ingin mengulang masa indah putih abu-abu di dekat makam terbesar di solo itu ' Padahal itu memang keinginan kalian kan ? Kemudian pikiran ku b...

Seonggok Bus Tua Kota Ankara

Di dalam bus tua yang agak reot di kota Ankara Sore ini yang menghantarkan ku pulang dari kampus TOMER adalah bus tua yang unik. Pengalaman yang benra-benar mengasyikkan. Melihat sebuah ironi kota Ankara lagi. Selain sebuah pasar tradisional di Ulus, juga satu lagi bus tua Ankara yang berwaran merah-putih kusam. Benar-benar sebuah ironi di kota metropolit ini. Di tengah deru-deru mobil elegant yang bertipe modern dan berwanna mengkilap Bis tua ini tetap saja eksis dan tetap juga penuh penumpang. Dan mungkin sore ini kali ketiga aku menumpangi bus tua ini. Sungguh keasyikan tersendiri. Menikmati perjalanan ke kampus dan pulang layaknya dengan roller coaster yang berderu-deru ketika berjalan, bersuara agak keras ketika pintu-pintu nya membuka dan menutup, dan tentunya dengan suara pegangan bis nya yang bergelantung seperti terombang-ambing ketika perjalanan dan menambah suara keras saja dalam bus. Siang ini, saya tertawa terkikik-kikik di bus dengan seorang teman saya. Kami tert...