Skip to main content

Rasanya Semanis Namanya, AŞURE

Aşure (asyure) -dokumen teman-
Malam ini sepertinya ada yang aneh di ruang makan Asrama. Tuh kan beneran. Ada papan besar didepan pengambilan makan. Papan yang bertuliskan "selamat bulan muharram" begitu setauku. Intinya seperti itulah.
Dan di depan papan itu ada meja seukuran meja makan kecil, dan ada bertumpuk nampan berisi bungkusan kecil seperti bubur. Banyak sekali, dan ternyata itu disediakan gratis, tanpa bayar. #horee

Dan setelah mengambil makan malam langsung deh menuju meja kecil itu, saya ambil satu. #Humm, jadi semakin lapar. Setelah makan usai, saatnya menyantap makanan yang entah tak tau namanya itu. Sepertinya makanan ini sudah pernah saya jumpai kemarin di kizilay, sore hari ketika perut lapar saya mulai menggerung. Menandakan lapar laur biasa. Tapi harus menunggu maghrib untuk makan, alias puasa. Makanya niat untuk mengantri gratis di kizilay kemarin gagal. Dan malam ini saya mendapatkannya, dan bahkan bisa ngambil 2 atau lebih. MashaAllah.

Dan benar-benar tak bisa digambarkan rasa makanan ini. Campur aduk, manis, asam dan sangat enak dinikmati. Dan pikiran saya melayang ke papan besar di belakang meja itu. Inikah makanan khas buat bulan muharram di Turki ? Pikiran dan pertanyaan itu masih terngiang dalam diam saya malam ini. Ya, menikmatinya dulu baru tanya ke teman kamar. Imbuhku optimis.

Dan untuk kedua kalinya saya mengambil makanan itulagi dan saya bawa ke kamar.

Setelah sampai dikamar, rupanya lampu kamar menyambutku dengan gelap. Pertanda bahwa teman sekamar sudah siap untuk tidur. Tapi, untungnya ada seorang yang masih terjaga dan dia paham bahasa inggris. Langsung kutanya perlahan. 

"Ini namanya Aşuure (Asyure) dan di Turki biasanya di hidangkan ketika awal muharam seperti ini. Sejarahnya panjang, orang-orang Turki mengaitkannya dengan Nabi Nuh As. Ceritanya begini, Ketika nabi Nuh, dan kaumnya selamat dari ombang-ambingan kapal selama kurang lebih 40 hari. Akhirnya kapalnya berlabuh. Dan setelah berlabuh nabi Nuh mengadakan sebuah pesta (Syukuran) Atas keselamatan yang Allah berikan kepada mereka. Di pesta tersebut ada makanan yang dibuat dari berbagai macam bahan makanan, semua dicampur menjadi satu, ada zeytin, kacang, dll. Dan ditambah gulan agar manis. Nah, itulah yang dinamakan Asyure". Begitu jelasnya kepada saya. -Dengan penambahan dari saya-

Dan saya hanya mengangguk-angguk pertanda paham. Hmmm, setelah pikiran paham saya bercampur aduk saya memikirkan sesuatu. Asyura. Puasa 10 Muharam yang pahalanya begitu besar. Apakah ini makanan berbuka yang dihidangkan pada puasa Asyura ?

Malam itu jawaban dari saya tak bisa menjelaskan sepenuhnya asal muasal nama ataupun lainnya. Tapi, saya hanya bisa menggambarkan bahwa asyure ini mirip kacang hijaunya Indonesia. Bubur kacang hijau. Ya, tapi rasanya memang sangat jauh. Asyure manis, asem, dll. ercampur aduk dan sangat enak. Hingga 2 tak cukup. #pingin lagi.

Muharram mubarak, Asyura, Asyure, dalam kenangan. Ankara.
19-11-2013





Papan dan meja di ruang makan asrama


Comments

Popular posts from this blog

UNIVERSITAS DENGAN JURUSAN ISLAMIC STUDIES TERBAIK DI TURKI

Turki memang masih merupakan negara sekuler, namun perkembangan islam juga begitu pesat disini. Bahkan sudah banyak sekali universitas-universitas di Turki yang membuka jurusan islamic theology atau dalam bahasa Turki nya jurusan ilahiyat. Sampai saat ini tercatat ada 84 Fakultas ilahiyat yang sudah dibuka di Turki, walaupun baru 46 yang dibuka untuk menerima murid baru. Ini membuktikan bahwa geliat belajar islam di Turki sudah sangat signifikan dibanding tahun 90an. Nah, diantara banyak universitas-universitas yang telah membuka jurusan islamic Theology ini universitas mana saja yang tergolong baik dalam jurusan islamic Studies nya ? Saya akan ringkas beberapa kampus yang memiliki jurusan ilahiyat terbaik di Turki. Berikut ulasannya :                   1.        Marmara University Marmara University merupakan salah satu kampus yang memiliki jurusan Islamic Theology yang bagus. Untuk di Turki sendi...

Tentang Rasisnya Orang Turki

Orang Turki merupakan orang yang sangat nasionalis. Mereka sangat mencintai tanah air mereka, daerah mereka dan tentunya kebudayaan mereka. Maka kalau di Turki kita pasti akan bisa melihat bendera mereka berkibar-kibar di sepanjang jalan. Dimanapun pasti banyak bendera merah bergambar bulan bintang putih itu didikibarkan. Namun sayang sekali, dengan nasionalisme yang tinggi ini pula mereka sangat rasis dengan kelompok atau negara lain. Inilah yang terkadang membuat kita (orang Indonesia) disini sedikit kurang suka dengan kelakuan mereka, apalagi jika sudah mulai membahas tentang isu-isu kedaerahan, ras dan golongan. Saya akan menceritakan 4 pengalaman yang pernah terjadi pada saya tentang rasisnya orang Turki ini. 1. Pakai Bahasa Turki Dong ! Waktu itu saya bersama dua orang teman sedang belajar di sebuah kafe di tengah kota Ankara. Kami belajar dengan menggunakan bahasa Indonesia. Karena kami semua adalah orang Indonesia, jadi kita memakai bahasa Indonesia ketika beric...

Berita-berita Tribunnews Adalah Clickbait, Apa Benar ?

Peserta Pelatihan Sedang Mendengarkan Presentasi Tentang Pelanggaran Pers (19/6/2019) Tribunnews mengadakan acara pelatihan untuk reporter baru bertema “kode etik jurnalistik” rabu (19/6/2019). Acara yang diisi oleh Febby Mahendra Putra, seorang wartawan senior sekaligus pengacara untuk Tribunnews tersebut dihadiri oleh 70 orang reporter baru. Acara tersebut diadakan di kantor Tribunnews Solo, Klodran, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Dalam penyampaiannya, Febby menjelaskan tentang aturan dan hukum dalam penulisan pers. Febby menjelaskan tentang pasal-pasal yang mengikat pers, aturan penulisan pers dan dewan pers serta membagikan contoh kasus dari media Tribunnews yang merupakan pelanggaran pers. Contoh pelanggaran pers yang disampaikan bermacam-macam, mulai dari mengandur unsur SARA, kekerasan, vulgar atau sensualitas hingga clickbait yang selama ini sangat populer. Dari macam-macam jenis pelanggaran yang ada, banyak sekali ditemuklan pelanggaran jenis clickbait...