PR Bahasa Turki #1

Halaman 1

Malam ini akhirnya 2 PR menulis bahasa turki saya selesai. Seperti ingin berteriak hore bergirang-girang di malam yang dinginnya -5 derajat ini. Tapi nyatanya tadi saya yang sudah berbalut baju dan celana lapis 2 masih merasakan hawa dingin menusuk walau hanya lewat sebentar untuk makan di gedung makan seberang blok asramaku. Benar-benar dingin yang menusuk.

Malam ini saya benar-benar merasa orang yang beruntung sedunia, bagaimana tidak ? Dari siang pikiran saya seperti kosong tak bisa menulis. Bukan menulis bahasa indonesia seperti ini. Tapi menulis bahasa aliens *upps. #berarti saya mempelajari bahasa aliens dong ? Jangan-jangan guru saya itu aliens yang akan memakan murid-murid nya seperti zombies.#nglantur mulai jauh.
Oke, benar-benar merasa bahagia malam ini. Pr yang diberi hari jumat itu usai tertulis rapih. Walaupun tak maksimal. Gak papa, ntar kalau terlalu maksimal saya akan berubah wujud jadi aliens dong. Haha.

Dan tulisan ini bukan saya buat curhatan hati yang gombalnya siap dibuang di sampah bertuliskan "catatan al farid", tapi ini soal tulisan PR bahasa turki saya yang saya alay-alay kan terjemahan nya ke bahasa Indonesia. Karena memang sebenarnya saya haanya membuat kata-kata yang simpel dan tak berbobot. Namun beginilah nanti jika saya yang sudah 'sok handal' merubah tulisan hasil PR bahasa Turki ke bahasa Indonesia. Sabar-sabar, tangan saya masih perlu pemanasan, jadi sebelum menulis PR saya ke bahasa Indonesia, masih perlu basa-basi dulu dong, biar tambah njilmet dan sulit di cerna tubuh kita. Karena ini bukan seperti vitamin C untuk menjaga kesehatan di hawa minus, bukan juga obat imunisasi bayi di puskesmas-puskesmas desa seberang baratan, apalagi ini juga bukan seperti opname-opname rumah sakit yang menjadi pilihan kalau sakit tipus saya kambuh lagi. Tapi tulisan ini saya racik seperti obat para perindu cinta, cinta yang menghantarkan pada kehidupan yang paling mulia di Jannahnya. Amiin.

Saya jadi teringat guru kelas bahasa turki saya yang baru. Beliau berkata pada kami, "Menulislah, sering-seringlah asah tangan mu untuk sekadar menulis bahasa turki. Dan tentunya menulisnya itu jangan kamu berfikir dari bahasa kamu kemudian langsung kamu terjemahkan ke bahasa turki. Tapi pikirkan kata-kata simpel dan kalimat sederhana dalam bahasa turki. Karena kalian bukan penerjemah, jadi berfikirlah langsung kalimat bahasa turki nya". Kemudian seketika itu pula ngantuk saya di kelas hilang. Lalu saya mengatur nafas dan berkata pelan "Anladım, sonra başlacaım". [Saya paham dan akan memulainya]. Tapi ketika tas dan buku-buku HİTİT sudah mendarat di meja biru tak berak itu, pikiran saya seperti kabur. Melarikan diri entah kemana. Dan ulala, malam ini pikiran saya kembali pulang dan akan saya beri iqob di mahkamah lughoh. "Hafalin 100 kata dalam bahasa turki, INGAT ! Besok jumat, 27-12-13 Ujian Naik ke ORTA !". Tapi sepertinya saya ingin menjawab dakwaan itu. Oke, siap. InshaAllah tanpa hafalin kata bisa. Jadi sepertinya sama saja, pikiran saya kabur ataupun saya kerangkeng tapi bahasa turki tetep saja susah. Tapi ini belum mencapai titik kesimpulan di tulisan ini. Karena 2 Tulisan saya siap untuk dinikmatin. #Maaf, kare mungkin masih banyak kesalahan dalam bahasa turkinya. Maka, tulisan bahasa indonesia ini untuk menambal koreksi di guru saya. Setuju ? *prok prok prok

Berlanjut ke halaman 2.....

0 comments