Aku Kangen Menulis

Di tengah terpaan angin malam yang cukup dingin. Sejenak aku mengindahkan kejenuhan ku mengerjakan PR bahasa Turki. Ah, beberapa hari ini jemariku rasanya begitu ingin saya remas-remas. Kenapa malas sekali berkutat dengan keyboard laptop walau hanya sekedar menulis beberapa kata saja. Entahlah, yang jelas kemalasan menulis ini bersamaan dengan mendung tebal yang beberapa hari ini mengudara mulus di Kota Ataturk, Ankara. 

PR yang bertumpuk dari TOMER terkadang juga membuat kemalasan menulis tersendiri bagiku. Karena selain aku harus bagi-bagi waktu, aku juga harus mengomando otakku menulis sustu tulisan yang bermanfaat. Karena aku menulis bukan buat diriku saja, melainkan buat sejuta orang yang nantinya membaca tulisan-tulisan di blogku. Ah, alasan yang mengganjal juga menurutku. Karena menulis untuk diri sendiri sepertinya cukup buatku. Karena blog ini tak ada yang mengunjungi.

Senja, malam atupun apalah namanya itu, telah berlalu sebulan lebih ketika saya menginjakkan kaki di bumi penakluk ini. Dan sepertinya lingkungan, teman, kampus, semuanya memang sudah di takdirkan berjodoh dengan saya. Sehingga saya sangat betah untuk bertahan lebih lama lagi disini Insha Allah

Malam ini aku tak ingin menuliskan beribu-ribu untaian kata ataupu lebih. Hanya sedikit saja, untuk mengaobati kangennya tanganku untuk mengurai untaian kata di blog ini. Atau sekadar memberi kabar bahwa aku masih tetap ada di blog yang lugu ini. Blog yang kubuat beberapa bulan setelah melewati tes wawancara beasiswa ke Turki.

Malam ini teman sekamar saya membuat sebuah hiasan bunga mawar yang indah di atas meja. Mawar alami yang cukup indah. Seindah bunga tulip, bunga khas Turki. Dan setelah beberapa hentakan detik aku langsung teringat sesuatu. Tentang buku yang belum aku selesaikan membacanya. 99 cahaya di langit Eropa. Ya, aku baru saja membaca tentang sejarah bunga tulis yang sedikit terkutip di buku itu.
Okelah, cukup sekian saja kangen menulisku. Semoga bermanfaat. Insha Allah.

#Ankara hujan

0 comments