KENAPA KITA HARUS MENULIS ?


“Syarat untuk menjadi penulis ada tiga, yaitu menulis, menulis, menulis.” (Kuntowijoyo)

  1.      Sarana Aktualisasi Diri
Jika kita memiliki ide, maka ide itu akan sia-sia jika tidak kita tuliskan. Maka menulis adalah sarana untuk mengaktualisasikan diri, termasuk ide-ide kita. Termasuk dengan menulis akan memuaskan diri jika kita punya uneg-uneg. Misal dengan nulis diary. Nah, Penulis buku “Kekuatan Pena” Eko Prasetyo menyebutkan bahwa langkah pertama untuk menjaring ide adalah kita cukup membawa buku tulis kemana pun kita pergi. Kedua memperbanyak membaca, dan yang ketiga adalah banyak mengobrol hal-hal positif. Setelah ide-ide tertulis dalam buku catatan kita tinggal menuangkan ide-ide ini ke dalam sebuah tulisan. Kita cukup menuliskan apa yang kita bayangkan.
   2.      Mendapat Pendapatan
Sebagai mahasiswa tentunya pemasukan tidak hanya mengandalkan dari orang tua saja. Nah untuk yang biasa menulis bisa mengirimkan tulisan ke media masa seperti koran, majalah dll. Bisa juga mengikuti lomba-lomba kepenulisan.

   3.      Menambah Relasi dan Networking
Selain mendapat pendapatan jika menulis di media masa, kita juga bisa mendapat relasi. Semisal jika tulisan kita pernah masuk ke media masa tertentu, maka selanjutnya akan gampang untuk masuk lagi. Atau kalau semisal tulisan kita bagus, kita bisa diundang untuk mengupas tulisan tsb.

    4.      Menulis Adalah Langkah Menuju Keabadian
Karya-karya tulis
Akan kekal sepanjang masa,
Sementara penulisnya,
Hancur terlubur di bawah tanah. (Kritik Hadis, Ali Mustafa Yakub)
“Menulis itu memperpanjang usia” (Habiburrahman El Shirazy)
Mungkin seorang penulis sudah meninggal, namun karyanya masih bertahan sampai sekarang. Misal Pramodya Ananta Toer, penulis Bumi Manusia. Walaupun sudah meninggal, namun novel Bumi Manusia sampai sekarang masih mendapat julukan novel terbaik sepanjang masa.

    5.      Bermanfaat Bagi Yang Lain
Kita memiliki ilmu yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain. Nah dengan menulis, ilmu tersebut kita share (sampaikan) kepada orang lain yang belum tahu. Maka akan bermanfaat bagi yang lain. Tak hanya ilmu, bisa juga berupa pengalaman yang bisa kita share ke orang lain  melalui tulisan.

Namun yang tak kalah penting ialah, kita juga tetap harus mengimbangi menulis dengan membaca. Karena keduanya tak pernah bisa dipisahkan.

“Bila anda ingin sekali membaca sebuah buku tetapi belum ada yang menuliskannya, Anda harus menulis buku itu.” Toni Morrison

Tanya Jawab Sesi 1

     1.      Berhenti di tengah jalan ?
Biasanya ketika berhenti di tengah jalan konsentrasi kita sudah sampai batasnya. Nah menurut saya, lebih baik kita mengistirahatkan dulu pikiran sejenak. Dengan keluar melihat2, atau minum teh dll. Setelah itu baru kita lanjutkan lagi. Kalau tidak kita bisa lanjutkan ketika waktu terbaik menulis, seperti sehabis bangun tidur, Outdoor dengan view dan pemandangan yang indah dll.

     2.      Menulis biar bisa dikenang ?
-          Menulis denga tema out of the box. Semisal Kang Abik yang terkenal dengan Aac nya, karena waktu itu belum ada karya yang menulis cinta dengan balutan islam. Setelah itu muncul karya2 yang bertemakan serupa.
-          Mengandung unsur sejarah, semisal tenggelamnya kapal van der wijck. Ada unsur sejarahnya dan biasanya tulisannya dikenal.
Mungkin menurut saya hanya itu. Yang lain bisa ditambahkan sendiri. Hehe

      3.      Karya yang baik ?
Dengan terus mengasah tulisan kita, terus mencoba menulis. Dan yang jangan ketinggalan juga membaca karya orang lain. Dengan membaca karya orang lain kita bisa sedikit belajar gaya bahaya penulisannya. Setelah itu baru mencoba kirimkan karya tersebut ke majalah, jika diterima maka tulisan kita sudah layak untuk dibaca (baik) kalau belum masih harus tetap semangat berlatih menulis lagi dan lagi.

     4.      Kadang kita itu sudah ada ide dipikiran,tapi ketika ingin menulis itu ide ide yang tadi seakan-akan hilang dan juga pas mau menulis itu susah menemukan sebuah kalimat yg padu atau kata yg tidak monoton untuk dibaca. Nah gimana sih cara mengatasi nya? ( Aisyah ) : Nah, biasakan untuk catat ide tersebut. Saya juga sering mendapat ide ketika dijalan. Biasanya saya catat di HP, kemudian kalau sudah ada waktu lenggang bisa kita tulis ide tersebut menjadi tulisan. Untuk menulis dengan kalinat yang baik, usahakan banyak membaca. Dengan membaca kita akan sedikit terpengaruh gaya tulisan. Maka banyak sekali yang bilang, penulis sangat dipengaruhi apa yang dibacanya.

      5.      Bagaimana supaya pilihan kata yang kita rangkai dalam kalimat tidak monoton? ( Amira ) : Seperti tadi, usahakan banyak membaca dulu. Nah kalau monoton atau tidaknya juga tergantung genre tulisan. Jika tulisan bertema berat, biasanya monoton dan jenuh baca. Kalau tema nya happy dan riang, biasanya bahasa yang digunakan juga bahasa anak muda.. hehe

     6.      Kendala saya dalam menulis adalah menentukan judul yang pas untuk tulisan saya,. Lalu bagaimana mengatasinya mas.. (Diska ) : Jangan menulis judul terlebih dahulu, selesaikan tulisan sampai akhir paragraf baru buat judulnya. Karena judul adalah gambaran umum dari tulisan. Dan yang jelas, buat judul semenarik mungkin, jangan lebih dari 5 kata. Usahakan kurang dari 5 kata.

     7.      bagaimana tips dan kiat agar motivasi menulis meningkat ? ( Amira ) : Mengikuti perlombaan dan mencoba mengirimkan ke media cetak. Biasanya dnegan hal itu motivasi menulis kita akan meningkat. Apalagi jika karya kita mampu masuk di media sosial, maka selanjutnya akan semnagat untuk menulis lagi dan lagi.

       8.      Sudah mulai menulis, sebagian juga sudah terpublikasi tetapi belum ada tanggapan positif/ negatif dri orang lain. Jdi menulisnya hanya mengalir tanpa arah, kalau seperti itu akan menurunkan minat nulis. Itu bagaimana mas agar motivasi bisa tetap terjaga? ( Desta ) : Untuk lebih bagusnya kita yang harus aktif menanyakan, konsultasi dan sharing kepada yang lebih ahli dalam kepenulisan. Bukan hanya ketika sudah dipublikasikan kita diam, hanya menunggu tanggapan. Kita perlu aktif untuk menanyakan tanggapan senior misalnya untuk tulisan kita. Yang jelas jangan cepat minder dengan nasihat dari orang yang lebih jago dr kita. Kita buat semunya untuk kemajuan menulis kita.

         9.      Kalo pas ditengah2 tulisan itu 'stuck' gimana kak? Mau melanjutkan bingung alurnya.. misalnya mau membuat konflik2 gitu susah kak, ada solusinya? ( Nitya ) : Saya kadang juga masih mengalami hal ini. Terkadang membuat konflik susah. Nah, untuk lebih baiknya jika kita memiliki ide tersebut kita juga sudah memikirkan konfliknya semisal kalau mau menulis cerpen. Nah, untuk selebihnya terus berlatih membuat konflik2 baru, ide2 baru.

       10.  Saya pernah membaca suatu artikel, katanya kalo kita menulis dalam keadaan yang emosinya kurang baik kita akan mampu menulis dengan baik, tapi sebaliknya kalo kita dalam keadaan yang tenang justru kita malah kurang baik dalam menulis. Menurut pendapat mas sendiri gimana? (Catur ) : bisa jadi sih, Kalau kata Bunda Helvy Tiana Rosa (Penulis Ketika Mas Gagah Pergi) Menulis itu yang paling baik adalah ketika jatuh cinta dan galau. Nah, kalau semisal emosinya kurang baik kan sering tuh orang buat diary, bisa juga kalau semisal dijadikan tulisan yang bagus.. hehe



Sesi 2

1.      Biasanya kalau saya menulis pasti tulisannya lambat, bagaimana cara agar menulis lebih cepat? Dan saat membuat kata-kata, bahasa nya jadi tidak bagus? Itu bagaimana cara mengatasi nya.. terima kasih 😊nau ( nur hasanah ) : Karena kita masih pemula, maka kita tak harus menulis dengan cepat. Karena biasanya ide akan mengalir ketika menulis. Bahkan kadang muncul hal hal baru ketika menulis. Kalaupun menulis cepat, bisa jadi karena tergesa-gesa. Menurut saya tidak baik. Lebih baik menulis dengan tempo yang biasa kita menulis. Sedang, tidak cepat atau tidak lambat.

2.      Bagaimana cara mengolah tulisan kita yg udah setengah jalan,dan pas mau diterusin sudah bingung lagi mulai darimana,bagaimana mengantisipasi hal2 seperti itu? ( widya ) : Seperti yang sudah saya bilang diawal, biasanya konetrasi kita sudah mencapai batasnya. Nah, untuk antisipasi adalah cari waktu yang terbaik untuk menulis. Misalkan ketika bangun tidur (abis subuh) ketika otak masih fresh. Atau ketika kita outdoor dengan pemandangan yang bagus. Itu semua bisa meningkatkan konsentrasi ketika menulis.

3.  Begini mas farid. Kendala kebanyakan orang itu terutama saya sendiri ya. Dalam pembuatan sebuah cerita atau puisi saya bisa membuat cerita itu dengan baik dan saling berkesinambungan. Tetapi masalah saya dalam menulis yaitu membuat judul yang greget gtu loh mas. Kan judul itu kalo kata penulis sebagai faktor utama dlm.sebuah karya. Dan judul itu sendiri biasa yang dapat menarik pembaca utk lebih penasaran mengenai isi suatu karya itu. Begtu pun saya, ssaya kali baca buku itu pasti sy liat terlebih dlu judulnya. Menarik atau tidak begtu mas. nha.. disini saya ingin mas farid memberikan solusi ataupun saran bagaimana sih cara membuat judul yg menarik dan greget gtu? Terimakasi sebelumnya (Nia ) : Nah seperti yang sudah ditanyakan tadi, untuk pemilihan judul usahakan dilakukan ketika setelah selesai menulis semuanya. Baru ketika itu, kita bisa membuat judul yang merupakan gambaran umum dari tulisan kita. Untuk lebih baiknya, judul tidak lebih dari 5 kata. Dan Usahkan memilih kata yang belum pernah dibuat oleh orang lain.

4.  Untuk penulis pemula dulu sebaiknya kita memulai dr menulis apa? apakah puisi, cerpen,atau artikel ? ( bima ) : Biasanya puisi sering ditulis oleh penulis pemula. Mungkin ketika sedang sedih, menulis puisi. Ketika jatuh cinta. Karena puisi tidak terlalu ribet dengan memikirkan alur cerita seperti dalam cerpen. Atau memikirkan sumber seperti dalam artikel. Namun yang perlu diingat bahwa ketika menulis puisi, jangan minder dengan gaya bahasa yang kita pakai. Yang penting adalah kita bisa meluapkan isi hati. 

5.      Bagaimana mengatasi motivasi menulis yang naik turun?? ( musfirotun ) : Semuanya pasti ada naik dan turunnya. Nah untuk menjaga motivasi menulis saya rasa terus menekankan kalau menulis itu penting. Atau semisal seperti tadi, mengikuti lomba atau mengirimkan karya ke media masa. Bisa juga membuat motivasi menulis naik. 

6.   Apakah ada hubungan antara menulis dengan tekanan . Karena saya lebih cepat menulis saat waktu udah mepet, atau dalam keadaan darurat? (diska ) : Mungkin itu ketika ada tugas. Tapi menurut saya akan lebih baik jika menulis tidak karena tertekan, namun karena kita memang ingin menulis dan memiliki ide.

7.   Bagaimana menemukan jati diri kita sendri saat menulis.soalnya klo udh nulis n' ngliat penulis2 yg hebat kita ingin sperti mrka pdhl stiap org itu pnya ciri trsendri. Trs gmna caranya biar org lain itu mau melirik karya kita tentunya dgn ciri khas dr tulisan kita (yuliana ) : Kita akan menemukan gaya kepenulisan kita ketika sudah banyak tulisan yang kita hasilkan. Kalau masih bisa dihitung dengan jari, gaya kepenulisan kita belum muncul. Nah untuk yang pemula, gaya kepenulisan sangat tergantung dengan bacaan yang sedang ia baca.

8.  Mas mau tanya , untuk memulai menulis itu terkadang memang malas kecuali di medsos(karena mngkin kata2 simpel) tetapi ketika sesuatu yg mau dikerjakan itu seperti menulis dengan suatu imbalan seperti rewrd atau mendapatkan nilai itu terasa semangat sekali, nah bagaimana nih mas kiat2 supaya semangat ketika yg mndapatkan sesuatu/beban itu bisa terus menjaga kebiasaan tersebut?😊 #yuda : Yang jelas media sosial juga tidak hanya digunakan untuk menulis yang simpel. Bahkan banyak sekali yang terkenal tulisannya lewat medsos, semisal tere liye (walaupun sudah banyak novel, namun medsosnya juga selalu aktif). Nah, bisa juga memanfaatkan media sosial agar orang2 bisa mengenal tulisan kita. Dengan begitu smengat untuk mendapatkan sesuatu bisa terganti dengan semangat tulisan kita bsa dibaca orang di medsos ataupun bermanfaat juga bagi mereka.

9.      Sejak kapan mas farid  suka dengan dunia menulis dan siapa yg menginspirasi mas farid utk menulis? Dan satu lagi, apakah ada perbedaan dalam menemukan sebuah ide yg akan ditulis ketik mas farid sedang berada di Turky dan Indonesia? Misalnya mas farid lebih banyak mendapat inspirasi di turky spt itu ..atau justru sebaliknya? (Mas Rais) : Saya suka menulis ketika sekolah di aliyah (sma), karena waktu itu di organisasi sekolah ada majalah, saya mencoba mengirmkan tulisan dan ternyata masuk. Akhirnya motivasi menulis muncul, kemudian saya menjadi aktif di bidang kepenulisan sekolah. Sebenarnya yang menginspirasi saya menulis adalah teman-teman saya ketika di sma. Teman2 saya waktu itu juga semangat menulisnya tinggi, dan saya pun juga ikut2an. Nah, untuk ide ketika saya di Turki saya lebih banyak menemukannya, karena mungkin banyak hal2 baru yang saya temui disini dan akhirnya bisa saya jadikan bahan untuk menulis.

10.  Sprti apakh tema yg pling tepat agar suatu tlsn (cerpen & novel) mmliki minat baca yg tinggi? ( irma) : Untuk sekarang ini tema Cinta masih banyak diminati dalam pembuatan cerpen dan novel. Walaupun menurut saya ada tema yang bagus untuk dijadikan cerpen dan novel, yaitu tema sejarah di indonesia.

“Menulis bukan sekadar menerangi, tapi tentang bagaiman hidup kita menjadi berarti. Sudahkah kita menulis hari ini ? Telurkan idemu, jangan kau penjarakan akalmu.”

***Disampaikan dalam Forum Diskusi Menulis via online whatsapp di Grup LPM FIGUR UMS Surakarta, pada 25 Februari 2016***

0 comments