Kuliah dan Ujian Tengah Semester "Pertama" di Turki

Kaef hal sahabat blogger saya sekalian. Sudah lama sekali kan pastinya menunggu tulisan saya yang sampai sekarang tak kunjung diupdate. Nah, jadi ceritanya sibuk banget nih mulai kuliah. Tau lah anak baru di Kampus. Jadinya masih proses adaptasi luar biasa. Saya menyebutnya luar biasa, kenapa ? Karena memang menjadi mahasiswa asing seorang diri di kelas itu membuat salting yang kadang tak karuan. Dan tentunya juga luar biasa karena sulitnya menemukan teman. Sepertinya pas awal-awal masih pada gengsi untuk berkenalan dengan seorang asing luar. Mungkin pikiran mereka berkecamuk kalau mau mengajak kenalan. "ini orang bisa pake bahasa turki gak ya, kayaknya bisanya bahasa alien deh". Gubrak, emangnya saya dateng dari planet luar apa. Kalian itu yang saya anggap jadi alien selama ini. Atau mungkin ada yang.. "Ini orang pasti bisa bahasa arab, tapi bahasa arabnya nama kamu itu apa sih, lupa..". Dan yang seperti ini seharusnya saya tendang aja tuh. Setahun ngapain aja mas bro di kelas persiapan bahasa arab. Pasti di kelas ngrumpi pake bahasa alien yaa :P (tuh kan kalian yang alien).

Nah, begitulah awal-awal dari memasuki kampus tercinta (terpaksa bilang tercinta) dengan warna-warni baru yang memang belum saya temukan di indonesia. Termasuk bagaimana menghadapi para hoca yang tentunya beda dengan sistem guru ataupun dosen di Indonesia. Yang jelas saya juga belum tau bagaimana karakteristik para dosen di Indonesia. Namun, di sini saya merasa lebih nyaman. Dari mulai awal masuk ketika memang (alhamdulillah) di Ankara ilahiyat banyak mata kuliah kelas 1 yang pakai pengantar bahasa arab. Dan disinilah peran saya sebagai orang asing berjalan dengan mulus. Saya menjadi sok aktif bertanya pakai bahasa arab, biar hoca nya memperhatikan saya gitu. Eh, maksudnya bukan buat modus sebenarnya tapi karena memang saya gak bisa bertanya pakai bahasa alien. Bahasa alien saya masih begitu cethek banget. Dan dengan begitupula maka saya mulai terkenal, maksudnya mulai banyak teman yang mendekati untuk berkenalan dan ngajak belajar bareng. Tuh kan, akhirnya mulai dapet banyak temen. 

Dan akhirnya masa-masa adaptasi itu habis ketika sudah mantep dan mapan dalam kuliah. Dan siap menghadapi ujian tengah semester mulai awal november lalu. Di ujian tengah semester, walaupun yang makul pakai pengantar bahasa arab namun saya juga masih merasa kesulitan. Karena memang metode nya beda banget sama yang pernah saya alami di MAPK. Tapi at least, InshaAllah maksimalin nanti di Ujian Final Akhir. Dan untuk pelajaran yang pakai bahasa alien, duuh, bener2 ambruk bener. Entahlah, yang namanya ilmu ngawur sih bisa, tapi kalau bahasa turki saya obrak-abrikan ya malah gak dipahami sama hoca nya. Ah, biarkan.. sudah berlalu semuanya. Tinggal tawakkal dan berdoa. Semoga hasilnya yang terbaik. Aamiin. 

Dan yang jelas, untuk kedepannya mari kita sama2 berbenah. Atas ujian kemarin, apa saja yang belum kita maksimalkan, kita ubah. Kita tingkatkan apa yang selama ini masih belum kita begitu tekankan. Selamat menyelami samudera ilmu di kehidupan ini. 

0 comments